• Krisna

Hadapi Musim Kemarau, Kapolda Kalsel: Tindak Tegas Siapapun Yang Bakar Hutan Dan Lahan

terasbanua.com, Banjarbaru - Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rikwanto menegaskan akan menindak siapa pun yang membakar lahan secara sengaja, tanpa pandang bulu dan diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku.

Siapkan diri hadapi musim kemarau, Pemprov Kalsel gelar apel kesiapan gabungan. Foto: Istimewa.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolda dalam apel penanganan penanggulangan bencana alam kebakaran hutan dan lahan tahun 2021.


"Tidak ada tawar menawar, sesuai Undang Undang, barang siapa yang sengaja membakar hutan dan lahan dengan melanggar hukum, maka akan ditindak tegas dengan proses hukum, baik itu yang membakar, menyuruh, maupun koorporasi yang terlibat," tegas Kapolda.


Seluruh masyarakat pun dihimbau untuk dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena perkembangan api di lapangan tidak dapat diperkirakan bahkan bisa meluas kearah-arah yang tidak diinginkan, seperti terbakarnya lahan gambut atapun lahan pertanian lainnya.


Kapolda pun kembali menyampaikan bahwa dalam penanggulangan karhutla aparat tidak dapat bekerja dengan sendirinya namun perlu kerjasama dan peran dari stakeholder lain baik TNI, pemerintah daerah, relawan maupun pihak-pihak lainnya.


"Setiap tahun selalu ada ide-ide, inovasi, dan kreasi-kreasi bagaimana mencegah terjadinya Karhutla, bukan untuk selalu memadamkan kebakaran, dan tahun ini aparat beserta seluruh stakeholder terkait akan lebih gencar untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak tidak membuka lahan dengan cara membakar," pungkasnya.


Sementara, PJ. Gubernur Kalsel Dr. Safrizal ZA, M.Si. dalam kegiatan tersebut mengatakan meskipun kondisi cuaca saat ini masih sering hujan, namun prediksi dari BMKG pada bulan Mei akan terjadi musim kemarau.


Menanggapi hal tersebut, dalam kurun waktu dua bulan ini yakni mulai bulan Maret - April dilakukan kesiapan guna menghadapi musim kemarau yang sering kali terjadi kebakaran hutan dan lahan.


Kesiapan yang dilakukan meliputi kesiapan personel, peralatan, metode, dan koordinasi, semua dilakukan termasuk membentuk relawan-relawan di desa yang langsung memonitoring hutan lahan yang luas di wilayah Kalimantan Selatan.


Maka dari itu, dua bulan ini harus akan dimanfaatkan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dalam bentuk apapun. Entah itu untuk bercocok tanam atapun untuk keperluan lainnya, entah itu korporasi maupun perorangan.


"Bagi korporasi, apabila terbukti membakar hutan dan lahan maka akan diberikan sanksi, begitupun untuk yang perorangan, bilamana ada yang memulai dan tertangkap, maka akan diproses hukum,” tegasnya.


PJ. Gubernur Kalsel juga mengingatkan kepada semua pihak bahwa menjaga hutan lahan di Kalsel bukan hanya tugas aparat, namun diharapkan ada partisipasi dari publik juga.


Ia menerangkan persiapan dini ini diharapkan memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan persiapan yang mendadak seperti sebelumnya.


(Krisna)

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua