Hadapi Gugatan, KPU Kalsel Siapkan Jawaban yang Dimohonkan ke MK

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Sebagai pihak tergugat dalam sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan menyatakan kesiapannya saat nanti digelarnya persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).


Komisioner KPU Kalsel Divisi Hukum, Nur Zazin bersama para saksi menandatangani hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kalsel, beberapa waktu lalu
Komisioner KPU Kalsel Divisi Hukum, Nur Zazin bersama para saksi menandatangani hasil pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kalsel, beberapa waktu lalu

Munculnya gugatan Pilkada ini berawal dari pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan nomor urut 02, Denny Indrayana-Difriadi, yang perolehan suaranya kalah dari paslon nomor urut 01, Sahbirin Noor-Muhidin (Paman BirinMU).


Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Kalsel Divisi Hukum, Nur Zazin menyebut adanya permohonan yang masuk ke MK, nantinya akan dipelajari penyelenggara Pilkada hingga menyiapkan pokok-pokok jawaban untuk permasalahan yang dimohonkan di MK.


“Untuk memperlancar penyelesaian PHPU di MK. Insyaallah KPU Kalsel akan mengambil pendampingan hukum,” kata Zazin kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa (22/12/2020).


Zazin menegaskan, KPU Kalsel akan berdiri sendiri menjawabi atas gugatan ke MK itu sesuai aturan yang ada di KPU, sementara posisi paslon 01 otomatis jadi pihak terkait, karena MK biasanya memberikan kesempatan dalam persidangan.


“KPU Kalsel tidak terintervensi oleh pihak siapa pun,” tegasnya.


“KPU Provinsi, Kabupaten dan Kota, yang ada locus gugatan ke MK. Insya Allah siap menghadapi gugatan di MK,” tandasnya.


(Ri)

13 tampilan0 komentar