Guru dan Siswa Terpapar Covid-19, SDN 8 Pengambangan Kembali Tiadakan PTM

terasbanua.com, Banjarmasin - Usai ada kabar salah satu siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pengambangan 8 yang terpapar Covid-19. Pembelajaran tatap muka (PTM) yang tengah berlangsung di sekolah tersebut pun terpaksa dihentikan.

Kondisi SDN Pengambangan 8
Kondisi SDN Pengambangan 8

Dari pantauan tim terasbanua.com, sekolah yang beralamat di Jalan Simpang Pangambangan, RT 10, Pengambangan, Kecamatan Banjarmasin Timur itu, nampak tidak ada aktivitas proses PTM yang digelar serentak sejak Senin (12/7/2021). Bahkan terlihat pagar sekolah tertutup rapat dengan rantai dan gembok.


Berdasarkan pengakuan salah satu warga yang tinggal tak jauh dari sekolah itu, memang benar pelaksanaan PTM di SDN Pengambangan 8 tersebut telah diliburkan sejak, Jumat (16/7/2021) kemarin.


Pengakuan ini pun semakin kuat, setelah salah satu orang tua siswa yakni Sarkamah membenarkan kabar tersebut.


Saat dibincangi awak media, istri dari penjaga sekolah SDN Pengambangan 8 itu mengatakan, pihak sekolah terpaksa menutup aktivitas PTM lantaran adanya siswa dan guru yang sakit.


"Kemarin, Kamis (15/7/2021) ada pengumuman dari guru sekolah libur sementara 10 hari. Kabarnya ada siswa dan gurunya yang sakit bergejala Covid-19," ucapnya pada awak media, Jumat (16/7/2021) siang.


Meski demikian, Sarkamah mengaku tidak merasa khawatir dengan adanya kabar tersebut. Pasalnya kedua anaknya yang duduk di bangku kelas IV dan V yang juga bersekolah di sana sehingga pergaulannya tidak jauh dari rumah.


"Aman saja, tidak terlalu khawatir. Karena mereka berdua mainnya di sekitar rumah saja, tidak jauh. Yang pertama bernama Salsabila Azzahra kelas V dan kedua bernama Nanda Aulia Putri kelas IV," imbuhnya.


Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Sekolah SDN Pengambangan 8, Rusmina juga membenarkan adanya kabar tersebut.


Ia menjelaskan bahwa ada salah seorang siswa kelas IV dan satu orang guru yang terkonfirmasi positif dan mereka berdua itu adalah orang tua dan anak.


"Sesuai hasil swab antigen siswa dinyatakan positif. Memang sakitnya kearah gejala Covid-19. Sehingga untuk jaga-jaga kita tutup sementara tanggal 26 Juli mendatang," katanya melalui sambungan telepon, Jumat (16/7/2021) sore.


Ia menceritakan, kronologi awal mula siswa dan guru bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Mulanya pada hari pertama PTM siswa dan guru tersebut sempat turun ke sekolah dan masih terlihat segar bugar.


Kemudian pada malam harinya, mereka sekeluarga pergi membesuk mertuanya yang lagi sakit. Setelah hari berikutnya, si anak (siswa) dan ibunya mulai merasakan tidak enak badan.


Namun anehnya, guru yang merupakan ayahnya tetap turun ke sekolah. Padahal jelas, anak dan istrinya sudah dinyatakan positif dari hasil swab antigen.


"Siswa dan ibunya dikabarkan sakit batuk, flu, panas. Lalu siswa bersangkutan minta izin tidak masuk sekolah karena sakit sejak Rabu (14/7/2021) lalu," bebernya.


Kemudian, guru tersebut sempat meminta izin pulang lebih dulu dengan alasan ingin merawat anak dan istrinya yang sedang sakit.


Namun pada malam harinya, guru bersangkutan menghubungi dirinya untuk izin tidak masuk sekolah karena sakit, dengan menyertakan surat keterangan dokter.


"Lalu guru itu melakukan swab antigen juga. Dan ternyata hasilnya positif Covid-19. Yang bersangkutan juga memang belum divaksin karena ada alergi obat dan maag kronis," ungkapnya.


Disinggung mengenai kondisi tersebut, apakah sudah diketahui oleh Dinas Pendidikan setempat?


Rusmi mengaku telah menyampaikan kondisi ini kepada Dinas Pendidikan (Disdik) melalui Kabid Bina SD, Nuryadi.


Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sterilisasi berupa penyemprotan disinfektan secara mandiri setiap ruangan sekolah.


"Kita tutup sampai tanggal 26 Juli dulu. Sambil menunggu ada laporan dari siswa dan guru kalau ada gejala. Seandainya tidak ada laporan kita laksanakan lagi PTM. Namun kalau ada laporan, kemungkinan kita tutup sampai dua minggu," pungkasnya.


(Hamdiah)

13 tampilan0 komentar