“GURU BK SAHABAT SEMUA SISWA KONSULTASI SECARA DARING TETAP OKE”

Pendidikan pada dasarnya adalah suatu upaya untuk mempersiapkan atau memberi bekal pada peserta didik agar kelak dikemudian hari mereka dapat hidup mandiri di masyarakat, tanggap terhadap segala permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat serta memiliki keterampilan untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu sebagai guru atau pendidik haruslah kreatif dalam memberikan pembelajaran.

Agar materi yang disampaikan dapat dimengerti oleh siswa atau peserta didik, dibutuhkanya media sebagai alat bantu menyalurkan materi tersebut. Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima, sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa.


Saat ini tantangan yang dihadapi oleh banyak orang terutama seorang guru adalah globalisasi, selain itu tantangan berupa tuntutan untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik yang sesuai dengan karakteristik budaya bangsa juga harus mampu menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Di era digital sekarang ini ternyata teknologi telah menyediakan berbagai macam kebutuhan untuk membuat suatu media pembelajaran yang mengacu pada TPACK. Sebagai guru harus mengikuti dan menguasai laju perkembangan teknologi sebagai sarana media pembelajaran..


Sebagai seorang guru bimbingan dan konseling kita harus pintar untuk memanfaatkannya sebagai salah satu media pembelajaran yang menarik bagi siswa atau peserta didik. Sehingga sangat diperlukan profesionalisme guru untuk dapat memperdayakan sarana teknologi tersebut dengan baik. Dengan tujuan agar mencapai pembelajaran melalui suatu proses yang menyenangkan.


Corey dalam Sagala (2009:61) memberikan suatu penjelasan tentang pembelajaran sebagai suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkankanya turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi yang bersifat khusus atau menghasilkan suatu respons terhadap situasi tertentu. Sedangkan pembelajaran itu sendiri merupakan suatu sumber khusus dari pendidikan.


Pendapat di atas dapat dipahami bahwasanya pembelajaran itu sebagai bagian dari sistem pendidikan yang diorganisasikan dengan sengaja dalam situasi dan kondisi tertentu. Artinya pembelajaran dilakukan dalam tempat dan waktu tertentu sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Pembelajaran itu sebagai suatu proses mental peserta didik secara intrinsik dari dalam diri individu yang bersangkutan dan adanya keterlibatan pihak lain secara ekstrinsik. Sehingga, akhirnya diperoleh pengetahuan baru yang lebih baik.


Bimbingan dan Konseling adalah proses interaksi antara konselor dengan konseli secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli, agar dapat mengembangkan potensi dirinya ataupun memecahkan permasalahan yang dialaminya.


Pergantian kurikulum serta sistem pembelajarn yang sudah ditetapkan oleh pemerintah terkadang memberatkan siswa dari segi psikologis, maka peran guru BK sangat penting dalam hal ini, untuk memberikan kenyamanan serta pemahaman akan pembelajaran dan situasi sekolah. Tugas dari bimbingan dan konseling ini adalah bertujuan untuk membantu dan mengarahkan peserta didik agar mandiri dan mencapai tujuan yang hendak dicapai.


Dahulu siswa beranggapan bahwa, guru BK kerap dipandang sebagai polisi sekolah karena galak, sangat disiplin, suka menghukum, musuh para siswa dan lain-lain. Namun kita bisa menelaah apa yang sebenarnya terjadi. Menurut Rochman Natawijaya (1969) banyak sekali kesalah pahaman tentang pengertian bimbingan dan konseling, baik di kalangan sekolah maupun masyarakat umum. Pasalnya Guru BK sering dianggap penindak siswa (kasus). Padahal tujuan utamanya adalah sebagai sarana konsultasi siswa yang memiliki masalah dalam menentukan langkah dan pilihan nantinya. Seperti dalam masalah belajar, kemudian melanjutkan pendidikan dimana nantinya, dan masalah-masalah lainya yang berhubungan dengan dunia pendidikan atau dengan masalah pembelajaran siswa, termasuk masalah yang membuat pembelajaran siswa terganggu.


Pada masa sekarang ini (abad 21) Guru BK bukanlah lagi sebagai guru yang ditakutkan, Guru BK sebagai tempat siswa untuk menentramkan jiwa, tempat berbagi dan berkeluh kesah, Guru BK bisa menjadi teman untuk para siswa berbagi dan berkonsultasi dengan nyaman dan tenang, sehingga Guru BK sangat dibutuhkan siswa untuk saat ini. Karena guru BK muncul sebagai guru yang asik dan menyenangkan, siswa merasa nyaman berada di tengah-tengah guru BK dan menjadi sahabat seluruh siswa.


Selama masa pandemi covid 19 pembelajaran pun dilakukan secara daring, begitu pula dengan layanan bimbingan dan konseling pun dilakukan secara daring, yang mengharuskan siswa belajar di rumah dengan kurangnya interaksi secara langsung membuat siswa mengalami kesulitan dan tidak menyenangkan dalam menyelesaikan tugas sekolah.


Siswa yang biasanya melakukan kegiatan pembelajara secara langsung di kelas dengan bimbingan dan pengawasan guru di massa pandemi Covid-19 ini dengan berat hati harus belajar sendiri di rumah dengan pengawasan orang tua dan saudara. Hal ini harus disikapi oleh guru dan siswa dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab yaitu dengan melakukan pembelajaran secara online.


Dalam pembelajaran online atau daring di mana guru dan siswa tidak dapat berinteraksi secara langsung, hal ini tidak menjadi sebuah alasan tidak tercapainya tujuan pembelajaran. Guru harus memancing siswa dengan mengajukan berbagai macam pertanyaan agar siswa memiliki rangsangan dalam pembelajaran secara daring dengan menggunakan berbagai maca, metode pembelajaran secara daring, salah satunya bisa dengan menggunakan media sosial. Di sini lah tugas dan fungsi dari guru BK sebagai fasilitator kepada siswa agar terus berinteraksi terhadap materi yang akan mereka terima. Sebagai fasilatator guru BK juga harus memberikan motivasi dan semangat yang tinggi untuk siswa mengikuti pembelajaran secara daring, dengan cara memberikan penghargaan dan pujian.


Guru BK abad 21 memiliki kompentensi yang luar biasa, ia selalu berinovasi untuk mencari metode yang menyenangkan bagi peserta dididknya, agar terciptanya sebuah pembelajaran yang menyennagkan dan berkesan bagi siswa. Salah satunya ia harus pandai memilih metode apa yang akan ia gunakan. Selama massa pandemi ini karena pembelajaran dilaksanakan secar daring maka aplikasi whatsApp, google classroom, zoom meet/google meet yang paling tepat digunakan.


Aplikasi tersebut juga berfungsi untuk guru BK melakukan konseling dan bimbingan pada massa pembelajaran jarak jauh (BDR) guru BK melakukan bimbingan dengan cara Video Call, zoom/google meet. Dalam hal ini siswa merasa diperhatikan. Semangat belajar siswa pun menjadi meningkat, karena perhatian dari salah satu guru BK. Siswa bisa curhat kapan saja dan dimana saja berada. Jadi layanan ini sangat berguna sekali bagi siswa atau peserta didik.


Pembelajaran secara daring dengan menggunakan aplikasi tersebut sangat menyenangkan bagi peserta didik, bagi seorang guru ia pun akan mudah untuk memantau peserta didiknya dalam melaksanakan sebuah pembelajaran di sekolah. Karena ia dengan mudah untuk berkonsultasi dengan guru, terkait banyaknya tugas yang diberikan guru-guru pada mata pelajaran yang diberikan di sekolah.


Dengan demikian maka proses pembelajaran secara daring ini sangat disukai oleh peserta didik, karena pembelajaranya sangat menyenangkan, dan membuat peserta didik menjadi trampil dalam menggunakan media dan aplikasi secara baik. Karena selama masa pandemi daring lah salah satu media yang paling penting dan tepat dalam melaksanakan pembelajaran


Oleh : Sunarsih, S.Pd.

22 tampilan0 komentar