GMNI Berikan Masukan Untuk Pembangunan Kalimantan Selatan

terasbanua.com, Banjarmasin - Mencermati jalannya pembangunan di Kalimantan Selatan saat ini, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memberikan berbagai usulan kepada Pemerintah Provinsi Kal-sel.

Hal ini merupakan sebagai bentuk partisipatif masyarakat dalam pembangunan di daerah. Salah satunya perihal yang disoroti GMNI Kalsel ialah tentang wacana penggabungan Badan Perencanaan Dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dengan Badan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (BALITBANGDA).


Rencana ini muncul atas dasar surat Kementerian Dalam Negeri Nomor 061/3104/OTDA mengenai rekomendasi penataan kelembagaan perangkat daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang di tandatangani Direktur Jenderal Otonomi Daerah.


Bagi GMNI wacana ini harus dipertimbangan dengan serius, melihat bagaimana strategisnya kedudukan BALITBANGDA sesuai dengan Perpres Nomor 33 Tahun 2021 Tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional, UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja pada Klaster Riset dan Inovasi yang pada intinya mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah untuk membentuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) yang pada posisinya dapat diintegrasikan dengan Perangkat Daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang penelitian dan pengembangan daerah.



“Kami menilai penggabungan 2 SKPD ini berpotensi dapat mengerdilkan fungsi penelitian, riset, dan inovasi dalam pengembangan daerah di tengah era disrupsi digital yang mendorong teknologi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari – hari”, tutur Muhammad Luthfi Rahman Ketua DPD GMNI Kalsel.


Harusnya menurut ia kedudukan BALITBANGDA didukung dan diperkuat dengan penambahan personalia para peneliti dan pendanaan riset yang besar demi kemajuan daerah.


Selain itu, GMNI juga memberikan masukan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerbitkan ketentuan kewajiban pemutaran lagu Indonesia Raya di seluruh ruang publik sebelum menjalankan aktivitas pada pagi hari.


“Di tengah maraknya isu sektarian, Lagu Indonesia Raya yang merupakan instrument kebangsaan dapat menjadi langkah pemicu untuk kita kembali meningkatkan rasa cinta tanah air dan persatuan serta menjalankan pembangunan karakter masyarakat yang sesuai dengan nilai – nilai kebangsaan.


Terlebih sebentar lagi kita akan memperingati hari lahirnya Pancasila pada bulan Juni”, pungkasnya.


Sebagaimana diketahui bersama, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Forum Rakyat Yogyakarta membuat Gerakan Indonesia Bergema dengan memutar Lagu Indonesia Raya satu stanza di pagi hari pada setiap lembaga/institusi pemerintah maupun pendidikan, BUMN/BUMD, Perusahaan Swasta, dan tempat pemberlanjaan.


Pemutaran ini diiringi dengan berdiri tegas dan sikap hormat bagi para pendengarnya.

Selain itu, Ridho A. G. D selaku Sekretaris DPD GMNI Kalsel juga menambahkan usulan pada Balai Latihan Kerja (BLK) Kalsel yang diharapkan untuk memperkuat pelatihan vokasi sesuai program unggulan Kementerian Ketenagakerjaan dalam meningkaan kualitas SDM Indonesia.


“BLK harus bertransformasi agar betul-betul menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing dan mumpuni serta siap terjun dalam dunia kerja”, ujarnya.


Maka sebab itu, BLK juga harus meningkat kerjasamanya dengan berbagai industri di daerah dan nasional agar individu yang dilatih dapat langsung ditempatkan dalam pekerjaanya.


Terakhir, Bung Luthfi berharap usulan yang diberikan ini dapat menjadi perhatian bersama oleh para stakeholder terkait agar diaplikasikan, sehingga Strategic Vision dalam Good Govenance dapat berjalan dengan baik.


(Rilis/Sf)

42 tampilan0 komentar