Gerakan Revolusi Hijau Penanaman 10 Ribu Pohon Ulin, Pemkab HSU Ikut Sukseskan Penanaman

terasbanua.com, Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengelar gerakan revolusi hijau penanaman 10 ribu batang ulin. Kegiatan ini digelar serentak di 13 kabupaten/kota Se-Kalsel, Jumat (13/2/2021) pagi.


Penanaman secara simbolis 10 ribu bibit pohon Ulin di Hutan Kota Candi Agung, Hulu Sungai Selatan

Lahan penanaman bibit pohon ulin di Hulu Sungai Utara (HSU) berlokasi di Hutan Kota Candi Agung. Dalam kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Abdul Wahid dan turut dihadiri jajaran Forkopimda setempat, termasuk Dandim 1001/Amuntai, Letkol Inf Ali Ahmad Satriyadi.


Dalam sambutan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Bupati Kab. Hulu Sungai Utara Abdul Wahid "Merasa bangga dan gembira dengan dilakukannya penanaman batang ulin di seluruh Bumi Lambung Mangkurat ini" ucapnya.


Kemudian lanjutnya, "Saya sangat bangga dan gembira, atas dukungan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat yang tak pernah berhenti, untuk menghijaukan kembali bumi Kalimantan Selatan, khususnya melalui penanaman kayu jenis ulin kali ini," ujarnya.


Program penghijauan melalui Revolusi Hijau ini merupakan program yang telah dicanangkan oleh, Sahbirin Noor sejak lama yakni pada 2018 lalu. Berjalannya program tersebut hingga saat ini, turut mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo, bahwasannya Kalsel sebagai provinsi dengan penghijauan terbaik di Indonesia.


"Kini, penghijauan kita lanjutkan dengan menanam 10 ribu batang ulin. Menanam pohon ulin ini bukan hanya penghijauan semata, tetapi juga melestarikan tanaman endemik asli Kalsel, yang sekarang mulai hampir punah," terangnya.


Pohon ulin sendiri memang sangat baik untuk penghijauan jangka panjang. Disamping menahan air dan tanah, pohon ulin juga memiliki daya cegah untuk menahan erosi maupun tanah longsor, mengurangi pemanasan global, serta menjaga iklim untuk tetap stabil.


"Keinginan kita untuk membuat Kalsel lebih hijau memang tidak mudah. Namun saya yakin, dengan kebersamaan semua pihak, Banua kita akan meraih sukses dalam melakukan reboisasi," ujarnya.


Sementara Dandim 1001/Amuntai, Letkol Inf Ali Ahmad Satriyadi mengajak seluruh elemen baik dari pemerintahan maupun masyarakat luas untuk melakukan gerakan revolusi hijau ini terus menerus.


"Terus tanamkan kesadaran bahwa setiap batang pohon yang kita tanam, adalah wujud kepedulian kita terhadap lingkungan. Inilah cara kita untuk memelihara kelangsungan hidup yang lebih baik bagi anak cucu kita di masa yang akan datang. Mari kita jaga komitmen, semangat, dan satukan langkah untuk bergerak bersama, menanam, menanam, dan menanam untuk anak cucu kita," tuturnya.


Kegiatan revolusi hijau melalui penanaman pohon ini, untuk Kabupaten HSU sendiri mendapatkan 400 bibit pohon, diantaranya 200 bibit pohon ulin, 100 bibit pohon mahoni dan 100 bibit pohon buah yang rencananya akan ditanam di wilayah HSU.


(Hamdiah)

4 tampilan0 komentar