Gas Melon Langka, Pertamina Akui Tak Bisa Tindak Pengecer

terasbanua.com, Banjarbaru - Saat ini terjadi kelangkaan gas LPG 3 kilogram atau gas melon. Pada sisi lain pertamina mengakui tak bisa menindak para pengecer yang menjual gas di atas harga eceran tertinggi (HET).

Pj Gubernur Kalsel saat menggelar rapat terkait kelangkaan gas melon. Foto : Biro Adpim Setdaprov Kalsel for terasbanua.com
Pj Gubernur Kalsel saat menggelar rapat terkait kelangkaan gas melon. Foto : Biro Adpim Setdaprov Kalsel for terasbanua.com

Harga eceran gas melon di Banjarbaru sudah mencapai Rp60 ribu. Selain harga mahal stok gas melon juga sulit dicari.


Unit Manager Communication, Relation, CSR, dan MOR VI PT. Pertamina, Susanto August Satria, melalui staffnya, Abe, menuturkan secara pengawasan pihaknya hanya sampai agen dan pangkalan saja, sedangkan pengecer bukan tanggung jawab resmi dari perusahaan.


"Pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina. Agen atau pangkalan memang wewenang kami boleh diinfokan ke kami jika menjual di atas HET," katanya, Jumat (19/2/2021).


Ia menegaskan apabila ditemukannya agen maupun pangkalan yang ketahuan bermain curang secara tegas, akan dilakukan penindakan.


"Konsumen yang membeli ke pangkalan itu wajib melampirkan KTP dan Kartu Keluarga (KK). Untuk rumah tangga maksimal 1 tabung, sedangkan untuk pelaku UMKM maksimal 2 tabung," katanya.


Sales Branch Manager PT. Pertamina wilayah Kalselteng, Drestanto Nandiwardhana, menambahkan kelangkaan gas terjadi akibat jalur distribusi yang terhambat, mengingat jalan utama mengalami kerusakan, yakni jalan Gubernur Syarkawi.


Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, akan memberlakukan buka tutup jalur Gubernur Syarkawi yang saat ini dalam tahap perbaikan.

Safrizal menyebut memberikan akses kepada truk tangki LPG agar bisa melewati jembatan darurat Mataraman dan Tanah Laut.


Selain jalur darat, Safrizal juga meminta pendistribusian LPG melalui jalur laut dan udara. Seperti penambahan kapal Landing Craft Tank (LCT) dan penggunaan Heli MI 8 dengan kapasitas 4 ton.


"Pendistribusian LPG ke kabupaten kota nantinya bakal dikawal pihak Kepolisian. Saya sudah komunikasikan hal ini dengan Kapolda Kalsel,” ucapnya.(Ri)

0 tampilan0 komentar