Gas Elpiji Langka, Ternyata Penyebabnya Bukan Stok yang Kurang

terasbanua.com, Banjarmasin - Kelangkaan gas elpiji di Kota Banjarmasin ternyata tidak hanya terjadi pada gas elpiji 3 kg saja juga terjadi pada berbagai ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Stok kosong gas elpiji berbagai ukuran di pangkalan Adi (Jayaloka) Jalan Veteran Pasar Kuripan Banjarmasin. Foto : Hamdiah
Stok kosong gas elpiji berbagai ukuran di pangkalan Adi (Jayaloka) Jalan Veteran Pasar Kuripan Banjarmasin. Foto : Hamdiah

Hal tersebut tuturkan Adi Chandra, pemilik pangakalan gas elpiji di Jalan Veteran, Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin.


Sejak satu pekan terakhir, pengiriman gas elpiji dari distribusi agen ke pangkalannya berkurang signifikan dan terbatas.


"Pangkalan induk kita di Agen Citra Karunia Ilahi. Jadi dalam 6-7 hari ini kalau untuk 5,5 kg dan 12 kg kita ada dikirim tapi terbatas sedikit, karena mereka juga dapatnya sedikit dan dibagikan ke seluruh pangkalan yang mereka bagi," ungkap Adi.


Biasanya pihak agen memberikan stok sesuai dengan stok gas elpiji yang kosong di pangkalan dan diisi penuh. Namun sekarang agen hanya bisa mengisi stok yang telah terbagi di beberapa pangkalan lainnya.


"Normalnya berapa kita kosongnya pasti diisi. Kalau sekarang berapa kita kosong diisi sesuai berapa mereka dapat. Jadi misalnya di agen dapat 100 saja dan ada 5 pangkalan akhirnya tabung 100 itu dibagi rata jadi 1 pangkalan hanya mendapat 20 gas," terangnya.


Diakui Adi bahwa sebenarnya distribusi gas elpiji ada, cuma barangnya yang datang sedikit. Sehingga terjadi kelangkaan yang tak bisa dihindari.


"Saat datang pun itu langsung habis. Bahkan ada beberapa orang titip duluan takut kehabisan karena sebagian besar yang berlangganan seperti penjual pisang goreng, nasi goreng, pokoknya umkm kecil lah kalau tidak ada gas tidak bisa jualan mereka," tuturnya.


Saat ditanya mengenai penyebab terjadinya distribusi agen ke pangkalan menjadi sedikit sekarang ini.


Adi menjawab bahwa dari informasi agen penyebab distribusi gas elpiji ke Kota Banjarmasin mengalami kesulitan karena akses jalan perlintasan armada angkutan elpiji milik Pertamina yang mendistribusi ke elpiji ke Kota Banjarmasin mengalami rusak parah.


"Jalan Gubernur Syarkawi rusak parah hingga menyebabkan akses distribusi gas elpiji kesulitan. Dari informasi yang saya dapat juga banyak truk yang amblas di jalan hingga tidak bisa melanjutkan perjalanan," ucapnya.


Kemudian lanjutnya, "Saya berharap menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera lakukan perbaikan jalan akses tersebut. Karena gas elpiji ini sudah langka satu pekan terakhir. Ini tidak hanya mematikan pelaku umkm kecil yang mencari uang dan makan dari situ tapi juga masyarakat luas kesulitan," harapnya.


Sementara itu, secara terpisah Fajar, SBM VI Kalsel-Kalteng membenarkan terkait kesulitan yang terjadi di lapangan dalam pendistribusian gas elpiji.


Kerusakan yang terjadi di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut tersebut yang membuat terhambatnya distribusi gas elpiji ke Kota Banjarmasin.


"Memang ada kendala karena adanya rusaknya jalan sehingga menghambat distribusi dari depot mini di kepala ke SPBE terus lanjut ke agen ke pangkalan seperti itu," kata Fajar.


Diakui Fajar bahwa kondisi stok gas elpiji di Pertamina bisa dikatakan kategori aman.


"Tidak kosong. Sebetulnya masih normal saja. Hanya tersendat saja distribusinya dan mungkin biasanya sehari dua hari dikirim jadi agak telat dari biasanya. Jadi sekitar 4 hari baru terkirim karena terjebak di akses jalan yang rusak di daerah Syarkawi itu sehingga tidak sesuai dengan dijadwalkan," ungkapnya.


Ia yakin apabila akses jalan distribusi sudah diperbaiki. Maka kondisi distribusi gas elpiji ke Kota Banjarmasin kembali normal seperti biasanya.


"Jadi kalau misalnya jalan sudah baik tentu kembali ke kondisi semula," ujarnya.


(Hamdiah)

1 tampilan0 komentar