Gas Elpiji Bersubsidi di Pelosok Langka, Harga Mencapai 55 Ribu Per Tabung

terasbanua.com, Kotabaru - Warga pesisir keluhkan kelangkaan dan mahalnya harga gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram sejak beberapa pekan terakhir.

Gas elpiji bersubsidi di pelosok daerah Pulau Laut Bagian Selatan mahal. Foto : dok terasbanua.com

Langka dan mahalnya harga gas melon 3 kilogram menjadi keluhan warga yang tinggal di pelosok daerah Pulau Laut Bagian Selatan.


Informasi yang dihimpun awak media, di Desa Labuan Mas Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru, harga gas melon mencapai 55 ribu rupiah per tabung, jauh lebih mahal dari harga eceran tertinggi.


"Harganya mahal, barangnya juga sulit kita dapat," kata Mustakim, seorang warga Desa Labuan Mas, kepada jurnalis terasbanua.com Minggu (14/2/2021).


Dengan jumlah yang terbatas, gas melon dengan ukuran 3 kilogram hanya bisa didapati di warung-warung tertentu.


"Mungkin karena barangnya langka, dan banyak memakan biaya transpot yang cukup tinggi makanya mahal dijual oleh pengecer," ungkap Mustakim.


Sulitnya gas melon didapati di pelosok membuat Kepala Desa Labuan Mas Duriansyah, berinisiatif untuk bikin dapur yang diisi tanah liat sebagai tempat untuk memasak mengunakan kayu bakar sebagai pengganti kompor gas.


"Ya, selama ini harga gas elpiji ukuran 3 kilogram di wilayah kami memang harganya beda dari dengan daerah lain," ujar Kades.


Dijelaskan lebih lanjut, ada perbedaan harga, karena gas melon memang langka didapatkan.


"Tidak ada penjual khusus ataupun agen gas elpiji di wilayah kami. Para penjual eceran di sini belinya sama toko-toko yang ada di pusat kota, lalu dijual kembali. Karena sudah berapa kali pindah tangan makanya ada perbedaan harga," tuturnya.


(Her)

26 tampilan0 komentar