• Krisna

Fakta Baru Pembunuhan Di Gang Serumpun, Korban Mabuk Saat Halangi Istri Pelaku

terasbanua.com, Banjarmasin - Kasus pengeroyokan di Jalan Sutoyo S, Gang Serumpun, Keluarahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat yang merenggut nyawa seorang pemuda bernama Ahmad Muzakir (22) pada Kamis (7/10/2021) lalu telah mendapatkan kejelasan.

Meskipun sempat mengalami kesulitan dalam mengungkap siapa pelaku atas kasus tersebut. Berkat kerja keras tak kenal lelah tim gabungan kepolisian dalam melakukan penyelidikan akhirnya berbuah hasil dengan tertangkapnya tiga orang pelaku.


Tiga orang pelaku tersebut diketahui bernama Andri Aprilianto Als Aan (18), Erfan Erlangga (21) dan Hidayatullah (23). Ketiga pelaku tersebut ditangkap satu persatu oleh polisi sejak Senin (11/10/2021) malam hingga Selasa (12/10/2021) dinihari lalu.


Kini Senin (18/10/2021) siang ketiga pelaku pengeroyokan hingga hilangnya nyawa korban tersebut dihadirkan di hadapan media oleh petugas dalam kegiatan press release di Mapolsek Banjarmasin Barat.


Kapolsek Banjarmasin Barat AKP Faizal Rahman didampingi Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Barat Ipda Hendra Agustian Ginting menjelaskan bahwa kejadian berawal saat istri dari pelaku Aan hendak lewat di kawasan Gang Serumpun.


Kebetulan istri pelaku itu bertemu dengan korban dalam kondisi mabuk karena sedang minum minum di lokasi dan kemudian tanpa alasan yang jelas korban mulai menghalang halangi jalan istri pelaku.


"Saat itu istri pelaku sedang jalan di kawasan gang serumpun dan bertemu korban yang sedang mabuk seperti menghalang halanginya," terang Kapolsek Banjarmasin Barat.


"Setelah berhasil melewati dan pulang, kemudian sang istri melaporkan kejadian itu kepada suaminya yaitu Aan (18) yang sedang bersama kedua temannya," lanjutnya.


Mendengar cerita yang menimpa istrinya itu, Aan pun terbakar emosi dan kemudian mengajak teman temannya untuk mendatangi Korban.


"Sempat ada jeda waktu setengah jam dari kejadian istrinya dihalang halangi dan ketiga pelaku datang dan menusuk korban hingga akhrinya tewas," ucapnya.


Kapolsek mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan pelaku, pisau yang digunakan untuk menghabisi korban saat itu memang sudah sering dibawa oleh pelaku.


"Barang bukti sebilah senjata tajam jenis pisau tanpa kumpang dengan panjang sekitar 50 Cm yang kami amankan ternyata sudah sering dibawa oleh pelaku kemana mana," ungkap AKP Faizal Rahman.


"Dan sekarang, mungkin karena pengaruh emosi digunakan oleh pelaku untuk mengeksekusi korban," tambahnya.


Ketiga pelaku tersebut memiliki peran masing masing dalam membuat korban meninggal. Pelaku Andri menusuk bagian belakang korban sebanyak 1 kali, Erfan menusuk korban pada bagian dada sebanyak 2 kali dan Hidayatullah menusuk korban pada bagian belakang.


AKP Faizal Rahman menegaskan bahwa antara pelaku dan korban ini sebelumnya tidak ada hubungan saling kenal ataupun masalah sebelumnya, memang murni terjadi karena ketersinggungan.


"Antara pelaku dan korban tidak saling mengenal, baru bermasalah sekarang ini," tuturnya.


Atas perbuatannya para pelaku kini harus mempertanggung jawabkan dihadapan hukum dengan ancaman Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan hukuman penjara 15 tahun.


(Krisna)

153 tampilan0 komentar