• Krisna

Empat Terdakwa 300 Kg Sabu Divonis Mati Oleh Pengadilan Negeri Banjarmasin

terasbanua.com, Banjarmasin - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin telah menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap empat orang terdakwa kurir sabu seberat 300 kilogram, pada Kamis (25/3/2021).

Pengadilan Negeri Banjarmasin jatuhkan vonis hukuman mati terhadap empat terdakwa 300 kg sabu.

Keempat terdakwa tersebut sebelumnya ditangkap oleh Jajaran Ditresnarkoba Polda Kalsel bersama tim gabungan pada Bulan Agustus 2020 lalu di depan sebuah hotel Jalan Sutoyo.S Banjarmasin.


Vonis hukuman mati dibacakan langsung oleh majelis hakim yang diketuai Aris Bawono Langgeng di Pengadilan Negeri Banjarmasin sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jainah juga meminta agar keempat terdakwa dijatuhi hukuman mati.


"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa I Sutriyanto alias Tri, terdakwa II Anggi Yuvi Ariesta alias Anggi, terdakwa III M Rizky Ramadhani alias Dani, dan terdakwa IV Andika Prasetyanto alias Dika dengan pidana mati," ucap Aris Bawono.


Majelis Hakim menilai keempat terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak dan melawan hukum dan menerima penyerahan narkotika golongan 1 yang beratnya melebihi 5 gram. Dimana hal tersebut telah melanggar Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun Tahun 2009 tentang Narkotika.


Putusan tersebut dengan pertimbangan dari majelis hakim bahwa perbuatan terdakwa dapat menimbulkan dampak yang sangat besar dan membahayakan masyarakat Kalimantan Selatan dan sekitarnya.


Selain itu perbuatan mereka disebut pula dapat memberikan keuntungan finansial bagi terdakwa dan jaringannya, sehingga harus diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.


Untuk diketahui, berdasarkan ungkapan JPU, empat terdakwa ini merupakan bagian dari sindikat narkoba internasional dari pengembangan kasus sebelumnya.


Yaitu pada 2019 dengan barang bukti dari 1,8 kilogram hingga 208 kilogram, serta berlanjut dari sabu 7 kilogram, hingga terbesar 300 kilogram lebih. Jaringan Narkoba besar itu bagian dari sindikat internasional Malaysia-Kaltara-Kaltim-Kalsel.


Kemudian empat terdakwa ditangkap tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel yang dipimpin oleh AKBP Budi Hermanto di bawah kendali Kapolda Kalsel yang saat itu dipimpin Irjen Pol Nico Afinta pada 6 Agustus 2020.


Polda Kalsel dibantu oleh tim gabungan satuan tugas khusus merah putih Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dalam mengungkapkan penyelundupan narkotika asal Malaysia itu, hingga berhasil mencetak rekor tangkapan terbesar tindak pidana narkotika di luar Pulau Jawa dengan menyita sebanyak 300 kilogram sabu-sabu.


Sutriyanto dan Anggi warga Kabupaten Kotabaru ditangkap di Kalimantan Utara saat mengambil sabu-sabu untuk dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sedangkan Rizky Rahmadani dan Andika ditangkap di Banjarmasin sebagai penerima.


(Krisna)

1 tampilan0 komentar