Duka KRI Nanggala-402, AHY Ajak Doakan Prajurit Yang Gugur

terasbanua.com, Banjarmasin - Tenggelamnya KRI Nanggala-402 di Perairan Utara Bali pada Sabtu (24/4/2022) kemarin. Tentunya menjadi duka mendalam untuk Indonesia.

Hal ini juga turut dirasakan Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan mengajak seluruh kader demokrat untuk berdoa bersama terhadap insiden tragis ini.


"Tapi Allah SWT berkehendak lain dan sudah dinyata secara resmi oleh Panglima TNI bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam dan seluruh awak kapal, yakni prajurit kita dinyatakan gugur," ucap AHY kepada awak media dalam kunjungannya di Kalsel, Minggu (25/4/2021) malam.


"Kita tentu mendoakan semoga mereka Husnul Khatimah. Gugur sebagai syuhada dan sebagai patriot bangsa yang selalu dikenang selamanya. Keluarga yang ditinggalkan pun semoga diberikan kekuatan dan ketegaran dalam menerima," lanjutnya.


Menurut AHY dengan adanya peristiwa besar ini tentu menjadi evaluasi pemerintah ke depannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengingat hilangnya kapal selam di dunia dalam sejarahnya sangat jarang sekali dan peristiwa ini merupakan yang ke-4 kali.


"Apakah ada kerusakan serius sehingga tidak bisa terselamatkan atau karena faktor-faktor lainnya. Jadi harus diivestigasi tidak boleh ditutupi," tegasnya.


Dirinya juga memohon kepada pemerintah dan pihak yang berwenang dalam hal ini untuk melakukan investigasi dengan menghadirkan fakta-fakta yang sesungguhnya kepada masyarakat.


"Ini bukan urusan yang sepele tapi peristiwa yang luar biasa sehingga perlu mendapat perhatian kita semua dan disampaikan kepada masyarakat. Harus dijelaskan karena ini sudah menjadi sejarah" pungkasnya.


Berdasarkan informasi, ada 53 orang yang berada di dalam KRI Nanggala-402 tersebut untuk lakukan latihan penembakan senjata strategis TNI AL 2021, pada Rabu (22/4/2021) lalu.


Kapal selam buatan Jerman ini dinyatakan hilang usai dipastikan tidak muncul kepermukaan laut pada jam yang sudah ditentukan dalam pelatihan tersebut. Pencarian pun lakukan dengan kondisi dikejar waktu. Pasalnya persedian oksigen di KRI Nanggalan-402 hanya bertahan sampai 72 jam.


Hingga pada akhirnya Panglima TNI menyatakan KRI Nanggalan-402 berstatus subsunk atau tenggelam, pada Sabtu (24/4/2021) pukul 17.00 Wita. Sejumlah temuan berupa serpihan KRI Nanggalan-402 menjadi bukti tenggelamnnya kapal selam yang memiliki julukan Moster Laut tersebut.


(Hamdiah)

4 tampilan0 komentar