Dua Tahun Tertunda Karena Pandemi, Akhirnya Ratusan Calon Jamaah Banjarmasin Akan Berangkat

terasbanua.com, Banjarmasin - Setelah dua tahun lamanya keberangkatan calon jamaah haji Indonesia yang terpaksa tertunda karena melandanya pandemi Covid-19.



Akhirnya di tahun 2022 ini, jamaah Indonesia dipastikan dapat kembali bisa diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.


Seperti di Kota Banjarmasin, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina melepas ratusan calon jamaah haji yang akan berangkat di bulan ini.


"Kita bersyukur di tahun ini bisa memberangkatkan jamaah haji yang berjumlah 267 orang. Walaupun ada daftar tunggu sebanyak 28 orang," ucapnya usai melepaskan calon jamaah haji secara simbolis di Mesjid Sabilal Muthadin, Kamis (19/5/2022).


Tentunya ia berharap para jamaah haji yang diberangkatkan nanti bisa menjalankan ibadah haji dengan baik dan lancar.


"Semoga nanti balik ke Banjar dalam keadaan selamat dan sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur karena balasannya tidak lain adalah surga dari Allah SWT," tuturnya.


Disisi lain, teruntuk calon jamaah haji yang sudah berusia lansia. Mengingat adanya aturan pemerintahan mengenai batasan usia calon jamaah haji maksimal 65 tahun. Maka tidak bisa menjadi prioritas lagi.


"Kalau usia di atas itu maka tertolak, tadi ada beberapa orang yang mengaku berangkat sendiri karena usia suaminya lewat dari 65 tahun," tuturnya.


Kepada mereka yang diberi kesempatan berangkat untuk menjalankan ibadah haji, maka ia berharap bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya para jamaah haji.


Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Zainal Muttaqin mengatakan bahwa seluruh calon jamaah haji yang akan berangkat itu sudah melunasi pembayaran.


Ia mengungkapkan bahwa dari 267 orang calon jamaah yang akan berangkat, satu diantaranya merupakan calon jamaah mutasi dari Kalimantan Tengah (Kalteng).


"Kemungkinan besar juga ada tambahan lagi dari calon jamaah cadangan. Cadangan itu ada 28 orang, tapi masih tidak tahu karena masih kita rapatkan," katanya.


"Kita pastikan berapa orang yang menunda yang sudah fit ini. Sesudah itu baru yang cadangan akan naik. Ini belum ditentukan lagi. Mungkin puluhan orang tapi di Banjarmasin tidak mencapai itu, karena nomor urut yang menentukan sesuai dengan porsi yang lebih rendah nomornya," sambungnya.


Adapun yang calon jamaah haji yang batal berangkat karena adanya aturan batasan usia pada lansia itu, ia mengungkapkan bahwa sudah dilakukan pada tahap pertama melalui verifikasi data dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).


"Itu sudah ada pemotongan dari provinsi untuk porsi itu. Jadi buka penundaan yang selanjutnya. Umpamanya mereka yang menunda itu seperti suami yang masuk dan istrinya tidak, maka mereka bisa digabung keberangkatannya dan tidak bisa ditarik di tahun ini. Jadi mundur untuk jadwal keberangkatan selanjutnya," jelasnya.


Diakuinya kouta keberangkatan calon jamaah haji di tahun ini sebenarnya berjumlah 273 orang tapi karena ada yang mundur sehingga sedikit ada perubahan.


Tidak hanya itu, kouta tahun ini mengalami penurunan. Di tahun sebelumnya ada ribuan kouta untuk calon jamaah haji di setiap provinsinya. Namun karena ada batasan jumlah keberangkatan, sehingga di tahun ini di Kota Banjarmasin hanya mendapat kouta 273 orang saja.


Adapun setelah pelepasan secara simbolis calon jamaah haji ini, selanjutnya pihaknya menunggu kepastian kloter keberangkatan saja lagi.


"Walaupun umpamanya tidak mencukupi dari satu kloter itu tidak otomatis satu kloter berangkatnya karena ada kemungkinan bisa gabung dengan kabupaten lain atau pecah tidak satu kloter," tandasnya.


Untuk keberangkatan calon jamaah haji masih belum dipastikan tanggal berapa, namun dari informasi di nasional, kota Banjarmasin mendapat jadwal keberangkatan sekitar di atas tanggal 10 Juni mendatang.


"Tapi ini belum dipastikan dan masih menunggu," pungkasnya.



Hamdiah

10 tampilan0 komentar