Dosen Uniska : Kesadaran Mahasiswa Pentingnya Pengendalian Tembakau Meningkat

terasbanua.com, Banjarmasin - Kelompok 2 Program Pengbadian Masyarakat (Pengmas) Akademisi Ilmu Komunikasi Lintas Kampus yang digagas IKB LSPR Jakarta mengumpukan pemenang Lomba Konten Digital Pengendalian Tembakau, Rabu (24/3/2021).

konten mahasiswa uniska yang diikutkan lomba Konten Digital Pengendalian Tembakau

Meski tidak tercantum sebagai pemenang lomba, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syekh Muhammad Arsyad Albanjari (Uniska MAB) Banjarmasin, Marhaeni Fajar Kurniawati, cukup berbangga dengan anak didiknya. Dikatakan Marhaeni yang paling penting kesadaran mahasiswa tentang pentingnya pengendalian tembakau lebih penting.


Ia menyebut dalam pembekalan sudah diberitahukan syarat-syarat konten yang boleh disertakan. Tidak boleh ada gambar atau ilustrasi rokok apalagi kegiatan merokok. Berbagai komentar pelaksanaan pengmas ini disampaikan oleh masing-masing tim kelompok 2.


“Kami cukup senang ya karena hasil pre test dan post test saat pembekalan, kami menemukan adanya peningkatan kesadaran peserta atau mahasiswa akan pentingnya pengendalian tembakau,” tambah wanita yang juga anggota juri dan tim pengmas dari UNISKA Banjarmasin, Sabtu (27/3).


Program ini didukung sepenuhnya oleh Southeast Asia Tobacco Control Aliance (SEATCA). Program pengmas kolaboratif yang dimulai pada 6 Maret lalu, dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 dosen dari 5 kampus. Kelompok 2 sendiri terdiri dari dosen kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Al-Azhar Indonesia-Jakarta (UAI), Universitas Islam Arsyad Al-Banjari-Banjarmasin (UNISKA Banjarmasin), Universitas Sebelas Maret-Surakarta (UNS), dan Universitas Islam Indonesia-Yogjakarta (UII).


“Proses lomba produksi konten digital sendiri digelar sejak 11 maret lalu. Dimulai dengan pembekalan kepada 43 mahasiswa dari 5 kampus yang menjadi kelompok 2. Lalu penilaian pada konten digital para peserta dilakukan pada 21 maret,” jelas Monika Sri Yuliarti, Ketua Tim Juri Konten Digital Pengendalian Tembakau.


“Produk konten digital yang masuk meliputi poster, dan video yang diunggah di platform digital,” tambah Dosen Komunikasi UNS tersebut.


Lebih lanjut, Monika menyebutkan para pemenang terpilih adalah Defita Dwinusa Cindana dari UII, Iqbal Maulana Astika Winardi dari UMM, Danny Kunto Wibisono dari UAI, Muhammad Fazrur Farizqidari UMM, dan Danny Kunto Wibisono dari UAI. Kepada pemenang akan diberikan penghargaan uang tunai dan sertifikat.


Berdasarkan hasil penelitian tersebut, salah satu pemateri dan tim pengmas, Masduki dosen UII menyampaikan harapannya bahwa program ini berlanjut. Ading, panggilan Masduki yang aktif memperjuangkan reformasi iklan tembakau di media penyiaran ini optimis bahwa literasi pengendalian tembakau di kalangan mahasiswa cukup strategis. “Mahasiswa adalah sasaran utama produk tembakau. Oleh karena itu perlu berpikir kritis terhadap upaya-upaya promosi produk tembakau.” kata Ading.


(tim)

28 tampilan0 komentar