• Krisna

Ditlantas Polda Kalsel Ajak Masyarakat Tidak Mudik dan Sosialisasikan ETLE

terasbanua.com, Banjarmasin - Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan melalui Direktorat Lalu Lintas memberikan himbauan kepada masyarakat tentang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan Larangan Mudik 1442 H melalui siaran Radio.

Ditlantas Polda Kalsel mensosialisasikan ETLE dan ajak masyarakat untuk tidak mudik lebaran.
Ditlantas Polda Kalsel mensosialisasikan ETLE dan ajak masyarakat untuk tidak mudik lebaran.

Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Maesa Soegriwo melalui Kasubdit Kamsel Dit Lantas Polda Kalsel Kompol Fauzan Arianto mengatakan bahwa memasuki era industri 4.0 semua peradaban akan menggunakan digital elektronik sehingga Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE hadir guna menyesuaikan zaman modern.


"ETLE merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang cukup efektif, dengan menggunakan Teknologi ANPR (Automatic Number Plate Recognition) yang dapat mendeteksi tanda nomor kendaraan bermotor secara otomatis, merekam, dan menyimpan bukti pelanggaran untuk bisa di pergunakan sebagai barang bukti saat penindakan," terangnya. Rabu (5/5/2021).


Selain itu, dijelaskan olehnya, ETLE juga merupakan salah satu Program Presisi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang direncanakan akan di launching di Kalimantan Selatan Tahap ke-2 sekitar akhir April atau setelah pelaksanaan Idul Fitri di Bulan Mei.


Menurut Kompol Fauzan, dalam lingkungan strategi dari global, regional dan nasional program ETLE mengurangi interaksi antar petugas dan pelanggar di jalan.


"Tujuan ETLE adalah meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di jalan, serta meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas dan menekan tingkat fatalitas korban kecelakaan," tutur Kasubdit Kamsel Dit Lantas Polda Kalsel.


Selain itu, menurutnya manfaat penerapan ETLE yaitu penggunaan personel dapat lebih diminimalisir dan dapat difokuskan untuk kepentingan lain, seperti pengaturan lalu lintas dan laka lantas. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, personel dapat diberdayakan untuk membatasi kerumunan.


"Terawasi 24 Jam penuh, pelanggaran lalu lintas seperti Pelanggaran APIL (Traffic Light), melawan arus, menggunakan HP, Tata cara parkir dan berhenti, pelanggaran rambu dan marka, naik turun penumpang / ngetem sembarang tempat, penggunaan helm, bonceng lebih dari 1 orang, sabuk pengaman (Safety Belt) dapat termonitor walaupun dalam jumlah banyak bersamaan, Mudah dalam pembuktian (Valid dan Akurat)," jelasnya.


"Serta konsisten dan tegas menindak semua pelanggar tanpa khawatir ada KKN dan meminimalisir kemacetan tanpa perlu memberhentikan kendaraan," lanjut.


Kompol Fauzan juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman, hal itu sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


"Masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas," imbaunya.


(Krisna)

43 tampilan0 komentar