• Krisna

Ditembak Karena Ancam Polisi Pakai Sajam, Pelaku Sementara Diketahui Bukan ODGJ

terasbanua.com, Banjarmasin - Sempat viral kejadian seorang pria yang terpaksa harus didor oleh petugas kepolisian pada bagian kaki karena menghunuskan senjata tajam ke arah anggota Sat Binmas Polresta Banjarmasin Aipda Ali Faisal pada Selasa (13/7/2021) lalu di Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin Tengah tepatnya di Pasar Sentra Antasari.

Pelaku saat memberikan tindakan tegas terukur oleh petugas karena membahayakan nyawa.

Atas perbuatannya tersebut, kini pelaku yang diketahui bernama Yudi diamankan di Polresta Banjarmasin dan dalam proses pemeriksaan polisi untuk proses hukum lebih lanjut.


Diungkapkan oleh Kasatreskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi, berdasarkan pemeriksaan sementara bahwa pelaku normal atau bukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)


"Dari pemeriksaan sementara berjalan lancar dan yang bersangkutan normal saja. Namun tetap akan kami periksa ke psikiater," ungkap Kasatreskrim Polresta Banjarmasin. Rabu (14/7/2021).


Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Yudi sudah pernah ditahan di Kotabaru dengan kasus perkelahian yang terjadi pada 2004.


"Ia sering bawa sajam dan informasinya pelaku pernah ditahan di Kotabaru," tuturnya.


Yudi kini terancam dengan Pasal 335 KUHP tentang Pengancaman serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam tanpa izin.


"Statusnya kita naikan menjadi tersangka," terangnya.


Diketahui sebelumnya, peristiwa tersebut berawal saat anggota Sat Binmas Polresta Banjarmasin Aipda Ali Faisal sedang melintas di TKP dengan mengenakan sepeda motor dinas dan seragam lengkap.


Kemudian, Aipda Ali Faisal tiba tiba didatangi oleh seseorang yang memberitahukan ada orang yang membawa senjata tajam jenis Mandau di pinggir jalan depan Masjid Agung.


"Menanggapi hal tersebut, saya kemudiam mendatangi Pos Lantas Simpang 4 Ramayana untuk mencari bantuan karena posisi saya sendirian dan tidak membawa apa apa," ucap Aipda Ali Faisal.


Kemudian, ia bertemu Bripka Rahmatullah dan meminta bantuan untuk mengamankan pelaku yang membawa senjata tajam tersebut.


Kemudian, mereka berncana tidak langsung mendatangi pria tersebut dari depan dan memilih untuk meringkusnya dari belakang. Namun, mendadak pria tersebut sudah berada di depannya dengan mengacungkan parang seperti hendak menyerang dirinya.


Terkejut melihat kehadiran pria tersebut, ia pun melompat dari sepeda motor untuk menghindar. Pria itu terus mendekati Aipda Ali Faisal, menanggapi hal tersebut Bripka Rahmatullah kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali dan mengingatkan pelaku untuk mundur dan membuang senjata.


Seperti tak mengindahkan peringatan petugas, pria itu malah semakin mendekat dan dengan terpaksa Bripka Rahmatullah melumpuhkan pelaku dengan tindakan tegas terukur kearah kaki.


"Setelah ditembak, pelaku masih belum menyerah dan semakin mendekat dengan mengacungkan senjatanya," terangnya.


"Terpaksa harus diberikan tindakan kedua pada paha sebelahnya, Itu pun dia tidak langsung menyerah namun setelah dua langkah baru dia roboh," lanjutnya.


Kemudian merekapun mengamankan senjata tajam pelaku dan mengevakuasinya ke IGD Rumah Sakit Bhayangkara dengan menggunakan sepeda motor untuk diberikan pertolongan.


(Krisna)

1 tampilan0 komentar