Disperdagin Kota Banjarmasin Berhasil Capai Target PAD 2021 Hingga 100 Persen

terasbanua.com, Banjarmasin - Sepanjang 2021, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin berhasil merealisasikan target capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 100 persen.


Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar

Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengungkapkan bahwa capaian tersebut berasal dari retribusi sektor penerimaan pasar dan tera ulang.


"Untuk di murni itu targetnya Rp. 8 miliyar dan di perubahan 2021 target Rp.8,3 miliar. Jadi ada kenaikkan Rp.300 juta sampai tanggal 21 Desember 2021 itu sudah mencapai 100 persen," ucapnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Kamis (30/12/2021).


Adapun untuk realisasi anggaran di tahun 2021 hingga saat ini sudah hampir Rp.8,4 miliar dari target sebelumnya yakni Rp.8,3 miliar.


Tezar sapaan akrabnya menuturkan bahwa penyumbang PAD paling banyak itu dari sektor pasar karena targetnya sebesar Rp.7,8 miliar. Sedangkan untuk target sektor tera ulang sebanyak Rp.500 juta.


Sebelumnya, pada bulan November lalu, capaian PAD Disperdagin sempat tertinggal dari target hingga Rp. 1 miliyar. Namun ketertinggalan tersebut akhirnya bisa teratasi.


"Pada tanggal 30 November pada saat evaluasi itu kita masih mencari retribusi sekitar Rp.1 miliar dan Alhamdulillah berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, pertanggal 29 Desember itu sudah terealisasi 100 persen dari target PAD," terangnya.


Adapun untuk target capaian PAD tahun 2022 mengalami kenaikkan hingga Rp.200 juta dari target sebelumnya.


"Jadi target tahun depan Rp.8,5 miliar," bebernya.


Untuk mengejar target PAD tahun 2022 tersebut, pihaknya akan mengambil tunggakan dari para pedagang pasar yang masih menunggak pembayaran retribusi.


"Nanti kita lakukan pendekatan secara persuasif agar mereka suka cita membayar. Kalau refresif nya kita menyampaikan SP 1, 2, surat paksa hingga surat pemberitahuan penyegelan," tuturnya.


Disisi lain, ia mengungkapkan bahwa selama tahun 2021 ada beberapa kios di pasar di Banjarmasin yang terpaksa disegel karena pemilik tidak membayar retribusi pasar.


Adapun beberapa kios pasar yang disegel tersebut diantaranya ada Pasar Kuripan, Pasar Pandu, Pasar Malabar dan Pasar Tungging Belitung.


"Masing-masing pasar memiliki tunggakan tapi bervariasi tidak sama yang jelas di tahun 2021 tidak terlalu banyak tunggakan karena sudah banyak yang bayar," ujarnya.


"Titik paling banyak yang tertunggak di Pasar Malabar karena memang di lantai dua itu banyak dijadikan gudang. Tapi kurang lebih 20 kita segel dan alhamdulillah yang lainnya sudah melakukan pembayaran dengan dicicil," sambungnya.


Sebelumnya di tahun 2020, para pedagang telah mendapat keringanan untuk pembayaran retribusi pasar hingga 50 persen untuk tiga bulan lamanya karena terdampak pandemi Covid-19.


"Tapi karena 2021 mengalami kenaikan target PAD yang mengharuskan kita capai sehingga kita tidak memberikan keringanan lagi. Tapi Alhamdulillah para pedagang mampu membayar dengan suka cita," akhirnya.


(Hamdiah)

2 tampilan0 komentar