Disomasi Pedagang Lagi, Rencana Revitalisasi Pasar Kembali Tertunda

terasbanua.com, Banjarmasin - Rencana Pemerintah Kota Banjarmasin untuk merevitalisasi bangunan Pasar Sudimampir Baru dan Ujung Murung kembali terhambat.

Pasar Sudimampir Baru, di jalan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah
Pasar Sudimampir Baru, di jalan Kertak Baru Ulu, Kecamatan Banjarmasin Tengah

Pasalnya beberapa waktu lalu Aliansi Pedagang Pasar Sudimampir Baru kembali mengajukan somasi penolakan rencana revitalisasi tersebut.


Somasi yang dilayangkan para pedagang juga merupakan kali kedua. Tentunya upaya peremajaan bangunan yang usianya sudah puluhan tahun itu pun terpaksa tertunda kembali hingga saat ini.


"Pernyataan sikap menolak sebelum berakhirnya SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) yang berakhir pada tahun 2025. Dan itu disampaikan secara resmi dalam bentuk surat saat rapat Bersama Wali Kota Banjarmasin," ucapnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar saat ditemui awak media, Rabu (16/6/2021).


Padahal menurutnya, SHGB milik pedagang di blok Pasar Sudimampir Baru tidak semuanya berlaku hingga 2025, ada beberapa SHGB yang sudah berakhir masanya lantaran tidak diperpanjang oleh pedagang.


Walaupun begitu, dirinya belum bisa membeberkan rincian berapa jumlah pedagang yang SHGB nya tidak berlaku lagi dari 403 kios yang ada di blok Pasar Sudimampir Baru.


"Belum diketahui secara detail berapa jumlahnya. Tapi kita bisa pastikan bahwa di blok tersebut ada kios yang SHGB nya mati namun tetap dipergunakan oleh pedagang," ujarnya.


Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan pendataan terkait sertifikat penggunaan kios tersebut. Baik yang masih berlaku karena perpanjangan maupun yang sudah mati atau tidak aktif.


Walaupun sudah mendapat somasi dari para pedagang, pihaknya tetap akan melakukan komunikasi dan pendekatan secara persuasif kepada para pedagang.


Susahnya melakukan revitalisasi pada kedua pasar ini dikarenakan status kepemilikan tanah yang bukan murni milik Pemko Banjarmasin.


"Ada yang SHM, SHGB dan milik Pemko. Jadi hal inilah yang jadi pemicu sulitnya penyelesaian rencana revitalisasi dua pasar tersebut, makanya belum ada titik temu," ungkapnya.


Meskipun begitu, Tezar tetap optimis bisa menyelesaikan permasalah ini ketika para pedagang pasar bisa yakin tindakan revitalisasi ini merupakan langkah bagus dari Pemko Banjarmasin.


"Secepatnya harus selesai, walaupun tidak ada target kapan. Yang jelas ketika para pedagang setuju, maka langsung kita proses untuk revitalisasi," pungkasnya.


Sementara itu, mengenai grand design kedua pasar yang dimiliki Pemko Banjarmasin terkait rencana revitalisasi tersebut masih belum bisa terealisasi. Namun ia pastikan kalau tidak ada perubahan dari desain tersebut.


"Belum ada arahan dari pimpinan untuk merubah grand design. Tapi kita belum tahu kebijakan pimpinan kedepannya seperti apa. Apakah melalui lelang lagi atau masih menerapkan desain yang ada," tuturnya.


(Hamdiah)

3 tampilan0 komentar