Disiplin ASN Turun, Pemko Banjarmasin Berlakukan Absensi Sidik Jari

terasbanua.com, Banjarmasin - Disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kota Banjarmasin mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19 melanda Kota Seribu Sungai ini.

Terlihat sejak Senin pagi para ASN melakukan absen fingerprint yang terdapat di depan pintu masuk ruang Sekda Kota Banjarmasin.
Terlihat sejak Senin pagi para ASN melakukan absen fingerprint yang terdapat di depan pintu masuk ruang Sekda Kota Banjarmasin.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina saat peresmian bangunan baru Puskesmas Kayutangi pada Sabtu (3/7/2021) kemarin.


"Ada evaluasi terkait disiplin ASN Pemko yang menurun ketika pandemi. Karena mulai ada yang datang terlambat dan pulang lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan," ucapnya.


Maka dari itu, sejak tanggal 1 Juli 2021 lalu, Pemko Banjarmasin telah resmi memberlakukan absensi kehadiran para ASN dengan menggunakan teknologi fingerprint atau absensi dengan sidik jari.


"Tujuannya tidak lain adalah untuk mendisiplinkan," tegasnya.


Jika diperhatikan absen mengunakan fingerprint tersebut terbilang rawan terjadinya penularan. Mengingat penggunaannya harus disentuh karena absen sidik dari dan secara bergantian digunakan para ASN setiap absen.


Mengenai hal tersebut, Ibnu tak memungkiri bahwa pengunaan absen fingerprint bisa terjadinya penularan. Namun ia menyakini pengunaan fingerprint akan aman saja selama seluruh ASN menerapkan protokol kesehatan.


Seluruh pegawai sebelum dan sesudah absen wajib mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu.


"Kita sudah koordinasi dengan Dinkes, hasilnya aman atau tidak. Sesuai dengan pendapat mereka hal itu aman. Resiko penularan dapat dicegah. Sehingga absen sidik jari tidak perlu dipermasalahkan asal disiplin prokes," pungkasnya.


Dari pantauan terasbanua.com pada Senin (5/7/2021) pagi, dua mesin fingerprint telah terpasang di depan pintu pintu masuk ruang Sekda Kota Banjarmasin. Terlihat masing-masing fingerprint juga sudah dilengkapi hand sanitizer di samping untuk digunakan para ASN sebelum maupun sesudah melakukan absen.


Disingung mengenai nasib absensi para tenaga kesehatan (nakes) yang rentan dengan penanganan pandemi virus yang menginfeksi jaringan pernafasan manusia itu?


Ibnu mengaku bahwa pihaknya mendapat usulan untuk pemberian dispensasi input kehadiran bagi para nakes.


"Usulan itu masih kita pertimbangkan," ucapnya.


Maka dari itu, pihaknya juga sudah meminta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin untuk membuat aplikasi agar absen bisa dilakukan secara online guna memudahkan para nakes.


Bahkan, absen online ini memiliki kelebihan yang menarik. Pasalnya absen ini bisa mengetahui dimana posisi pegawai. Sehingga tidak ada yang berani melanggar.


"Misalnya absen di pasar atau di kantor melalui aplikasi absen online ini dapat diketahui. Seperti halnya yang dilakukan kampus-kampus," tandasnya.


Meskipun begitu, ia tetap menekankan bahwa kedisiplinan seorang pegawai harus tetap diutamakan walaupun absen dilakukan secara online.


"Saya sepakat dengan absen online ini. Tapi disiplin harus tetap diutamakan," tekannya.


(Hamdiah)

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua