• Krisna

Disebut Dalam Kasus Salah Tangkap Anggota HMI, Polres HST Berikan Keterangan

terasbanua.com, Banjarmasin - Diberitakan sebelumnya bersama Ketum Badko HMI Kalselteng Zainuddin beserta HMI Cabang Barabai, Banjarmasin, dan Banjarbaru memasukan mendatangi Bid Propam Polda Kalsel pada Sabtu (11/9/2021) lalu.

Ilustrasi salah tangkap. Sumber: Google.

Kedatangan mereka saat itu dalam rangka memasukan laporan mengenai dugaan adanya salah tangkap dan pemukulan terhadap seorang Kader HMI Barabai Muhammad Rafi'i (24) atas tuduhan pencurian sepeda motor oleh oknum anggota Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dibantu Polres Hulu Sungai Tengah (HST).


Menanggapi hal tersebut, kini Kapolres HST AKBP Danang Widaryanto melalui PIDM Polres HST Aipda M Hussaini memberikan keterangan bahwa pihak anggota Buser dari Polres HST bersifat hanya memback up petugas HSU dalam penangkapan tersebut.


"Polres HST dalam penangkapan tersebut hanya membantu/back up," ucap Aipda M Hussaini. Senin (13/9/2021).


"Untuk kasus tindak pidananya berada di HSU dan pemeriksaannya ditangani oleh anggota Polres HSU," lanjutnya.


Perkara tersebut sekarang masih berjalan proses pemeriksaannya di Polda Kalsel, maka dari itu ia mengimbau agar menunggu hasil dari Bid Propam Polda Kalsel dan jangan sampai terlalu cepat mengambil kesimpulan sendiri.


"Perkaranya masih dalam proses di Propam Polda Kalsel, kita tunggu saja dulu hasilnya dan jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan sendiri," pungkasnya.


Untuk diketahui, Kejadian salah tangkap tersebut diduga terjadi pada Rabu (8/9/2021) lalu. Rafi'i dijemput oleh anggota polisi dari Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dan Hulu Sungai Tengah (HST) sekitar pukul 17.30 Wita di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Barabai.


Dalam penangkapan tersebut, Rafi'i juga mengaku sempat mengalami tindak penganiayaan dari para oknum. Korban dipukul di bagian kepala, muka dan paha oleh oknum anggota hingga pingsan dalam kondisi tangan diborgol dan setelah itu, korban langsung dibawa ke Polres HST.


Korban diminta untuk mengakui bahwa ia telah melakukan pencurian sepeda motor di Wilayah Kabupaten HSU. Karena sudah merasa kesakitan, ia pun akhirnya terpaksa mengakui bahwa melakukan hal tersebut meskipun sebenarnya tidak.


Selanjutnya, korban dibawa ke Polsek Kasarangan dalam kondisi diborgol di bagasi belakang mobil, lalu korban kembali dibawa Ke Polres Hulu Sungai Utara, pada Kamis (9/9/2021) sekitar pukul 01.00 Wita.


Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 wita sampai dengan pukul 10.00 wita, Rafi'i kembali diintrogasi oleh penyidik dari Reskrim Polres HSU dan menyampaikan yang sebenarnya bahwa saat di Polres HST dia hanya terpaksa mengakui karena sudah kesakitan dipukuli.


Usai diintrogasi, korban diminta tandatangan di kertas kosong. Sekitar pukul 14.00 Wita akhirnya korban dilepaskan dan diberi uang Rp100 ribu oleh anggota Polres HSU untuk uang makan dan korban dijemput keluarga serta teman-teman korban.


(Krisna)

143 tampilan0 komentar