Disdik Banjarmasin Mantap Laksanakan PTM Bulan Ini, Sistem PTM Selang-seling

terasbanuacom, Banjarmasin - Meski mengalami peningkatan kasus Covid-19 di Banjarmasin, tak membuat Dinas Pendidikan Banjarmasin menunda kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Pelaksanaan ujian sekolah secara PTM (Dokumentasi)
Pelaksanaan ujian sekolah secara PTM (Dokumentasi)

Terlihat dari Surat Edaran (SE) yang telah diterbitkan Disdik Banjarmasin pertanggal 7 Juli 2021, terkait pelaksanaan PTM Terbatas Tahun Pelajaran 2021/2022.


"Rencana PTM tetap kita laksanakan karena di Banjarmasin berzona kuning dan orange sehingga bisa dilakukan," ucap Totok Agus Daryanto, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (9/7/2021).


PTM ini juga telah mendapat persetujuan dari Satgas Covid-19 sehingga pelaksanaan PTM bisa dilakukan sebagaimana rencana awal.


"Terkecuali, muncul lagi zona merah di Banjarmasin, maka PTM akan dihentikan sementara waktu," ujarnya.


Sistem pelaksanaan PTM pada seluruh tingkatan sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin nantinya akan dilaksanakan sesuai dalam SE yakni seperti jumlah siswa dan pengaturan jam PTM tiap tingkatan sekolah.


Jumlah siswa per rombel untuk tingkat PAUD hanya 5 orang, dengan waktu pembelajaran maksimal 2 jam. Sedangkan untuk tingkat SD, jumlah siswa per rombel hanya 18 orang, dengan waktu pembelajaran maksimal 3 jam perhari.


Kemudian, untuk tingkat SMP, jumlah siswa per rombel hanya 18 orang, dengan waktu pembelajaran maksimal 4 jam per hari.


Dalam SE itu, juga dilampirkan contoh jadwal pengaturan shift PTM. Terlihat, bahwa PTM digelar secara selang-seling. Misalnya pada hari senin shift satu menggelar PTM, maka untuk shift dua digelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).


"PJJ itu bisa dengan online atau bisa juga berupa penugasan. Misalnya hari ini PTM diberikan tugas untuk dikerjakan besoknya," jelasnya.


Guru-guru yang mengajar juga sebelumnya telah disuntikan vaksin agar siap menghadapi PTM dan bagi yang belum bervaksin wajib melakukan rapid test antigen.


"Jadi kalau mereka tidak terinfeksi bisa mengajar. Kalau tidak kita minta isolasi dan istirahat," tuturnya.


Jika terdapat ada siswa atau guru yang sakit hingga menimbulkan gejala-gejala Covid-19 di sekolah. Maka akan dilakukan sistem On/Off dulu dan menunda PTM untuk sementara.


"Kita On/Off saja. Tidak mungkin kita menunggu sampai selesai Covid-19. Kalau seandaninya nanti ada terpapar di sekolah, kita hentikan selama 14 hari dulu. Setelah itu kita lanjutkan lagi. Tentunya sekolah itu saja yang di off yang lain tidak," pungkasnya.


Masing-masing sekolah juga telah membentuk Tim Satgas Covid-19 sendiri untuk pengawasan protokol kesehatan di sekolah.


"Makanya kami minta komitmen kepala sekolah yang bertanggung jawab dalam penerapan prokes ketat di sekolah," ujarnya.


Selama PTM berjalan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan dan pemantauan oleh pihak Disdik dan Dinkes ke sekolah-sekolah untuk memastikan PTM dapat berjalan dengan baik selama pandemi Covid-19.


"Nanti juga kita monotoring bersama-bersama selama proses PTM berlangsung," akhirnya.


Diketahui, pada tanggal 12-13 Juli 2021 akan dilaksanakan orientasi pelaksanaan protokol kesehatan selama PTM bagi seluruh siswa.


(Hamdiah)

11 tampilan0 komentar