Dinkes Terima Vaksin Moderna, Tetap Gratis Untuk Masyarakat Umum

terasbanua.com, Banjarmasin - Stok vaksin jenis baru yakni Moderna baru saja diterima Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.

Foto istimewa
Foto istimewa

Hal tersebut disampaikan langsung, Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, kepada awak media, Jumat (13/8/2021).


"Iya tadi malam kita menerima vaksin moderna sebanyak 1.118 vial. Satu vial itu untuk 14 orang," ucapnya.


Adapun stok vaksin asal Amerika Serikat tersebut diperuntukkan untuk masyarakat umum khususnya di Kota Banjarmasin.


"Vaksin moderna ini diberikan secara gratis untuk masyarakat umum. Tentu kita prioritaskan warga kota Banjarmasin," imbuhnya.


Menurut Machli manfaat vaksin baru di Indonesia ini tidak berbeda jauh dengan jenis Vaksin Sinovac.


"Saya kira sama-sama memiliki kemampuan untuk membentuk antibody pada tubuh orang cuman beda produk saja," ungkapnya.


Kendati demikian, memang vaksin yang berbeda jenis tentu memiliki perbedaan sisi efikasi setiap masing-masing vaksin.


"Namun memang beda efikasi karena memang Moderna lebih tinggi yakni 90 persen. Sedangkan Sinovac 60 persen efikasinya. Memang untuk standarnya sebenarnya menurut ilmuan efikasi 50 persen itu sudah memiliki kemampuan untuk membentuk antibody," paparnya.


Lebih jauh, Machli menuturkan bahwa vaksin ini akan digunakan masyarakat umum untuk dosis tahap pertama.


"Jadi ini bagi orang yang belum menerima vaksin sama sekali, boleh mendapatkan vaksin ini," ujarnya.


Guna menghindari terjadinya kerumunan untuk mendapatkan vaksin. Mengingat antuasias masyarakat cukup tinggi dalam program vaksinasi ini. Pihaknya pun menyiapkan aplikasi mendaftar vaksinasi secara online bagi warga yang hendak bervaksin.


"Segarnya kita minta bantu Tim IT Baiman Dua untuk membuat sebuah aplikasi untuk warga kota Banjarmasin dengan memasukkan KTP dan domisili. Kita laporkan dulu dengan pak Wali dan pak Wali juga sudah menyiapkan permintaan itu," bebernya.


Adanya isu bagi warga yang hendak mendapatkan vaksin Moderna harus mengeluarkan biaya, langsung dibantah Machli.


Pasalnya penyediaan vaksinasi tersebut digratiskan untuk masyarakat. Kalaupun memang ada oknum yang mengambil keuntungan, maka tak segan pihaknya akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.


"Saya jamin tidak bayar. Saya tantang oknum vaksinator yang nakal. Kalau ada oknum petugas kami meminta bayaran itu kalau dia tenaga kontrak saya pecat dan kalau pegawai negeri kita beri sanksi sesuai dengan hukuman yang berlaku," tegasnya.


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar