Dilarang Merayakan Pergantian Tahun Baru. Kapolresta Banjarmasin: Alhamdulillah Masyarakat Paham

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Momentum pergantian tahun baru kali ini berbeda dari tahun biasanya. Sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah melarang keras masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun baru dengan cara berkumpul dan berkerumum, dikarenakan kasus Covid-19 di Kalsel kembali mengalami peningkatan semenjak memasuki bulan Desember.

Kombes Pol Rachmat Hendrawan, Kapolresta Banjarmasin
Kombes Pol Rachmat Hendrawan, Kapolresta Banjarmasin

Mengenai hal tersebut, aparat keamanan gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub di wilayah Banjarmasin melakukan patroli sejak siang hingga menjelang waktu pergantian tahun, Kamis, (31/12/2020) untuk memastikan tidak adanya massa yang berkumpul untuk merayakan tahun baru.


Diakui, Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan, setelah selesai melakukan patroli terlihat masyarakat telah mematuhi larangan perayaan tahun baru.


"Sejauh ini masyarakat sudah cukup mematuhi terlihat bahwa di siring yang biasanya jadi tempat utama perayaan tahun baru dari tahun ke tahun cukup ramai, di jalan dan balap-balapan sekarang hampir tidak ada," terangnya.


Walaupun sempat "ada beberapa yang harus kita bubarkan dan itu adalah salah satu bentuk bahwa kita peduli terhadap keselamatan terutama protokol kesehatan Covid-19," sambungnya.


Dengan terciptanya rasa aman, nyaman dan kondusifitas terhadap momentum tahun baru yang dilaksanakan, pihaknya juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat kota Banjarmasin dan tokoh-tokoh penting lainnya yang tak henti-hentinya ikut berpartisipasi dalam menyuarakan bahayanya dari Covid-19 dan mematuhinya.


"Jadi saya juga mengucapkan terima kasih atas partisipasinya para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan unsur Forkopimda yang telah memberikan sumbangsih dan saran kepada masyarakat khususnya Banjarmasin yang telah mematuhi aturan yang berlaku dalam surat edaran," ucapnya.


Dalam surat edaran larangan merayakan tahun baru yang telah dikeluarkan tersebut berlaku sampai 3 hari yaitu sejak tanggal 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021.


"Sesuai surat edaran berlaku sampai 3 hari. Dari malam Jumat, Sabut, dan Minggu. Jadi masih ada 2 hari lagi kami terus lakukan patroli. Kalau masih ada yang melanggar melewati pukul 22.00 akan kami tutup, demi kepentingan bersama karena masih suasana tahun baru, bagi mereka yang masih ingin merayakan," tuturnya.


Kendati demikian, untuk masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahu baru dengan hanya bersama keluarga itu masih diperbolehkan.


"Kalau untuk bakar-bakaran itu sudah menjadi tradisi, saya rasa merayakan pesta pergantian tahun berkumpul dengan sanak keluarga tidak jadi masalah asal protokol kesehatan tetap diperhatikan," jelasnya.


Dengan kondisi sekarang malam tahun baru yang cukup kondusif dan tidak ada keramaian berarti, "Saya harapkan untuk beberapa hari ke depan tetap seperti ini dan kami tetap melakukan pengawasan," sambungnya.


Sementara ini, "anggota kami yang telah terplotting itu setelah lakukan patroli istirahat dan lanjutkan untuk hari berikutnya, tapi di pos kami akan stay by 24 jam yang berjaga aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub," lanjutnya.


Sementara itu, siring ditutup hanya untuk waktu malam saja, karena ini merupakan jalur umum. Kalaupun mau berolahraga seperti joging, lari dan lainnya joging pagi harinya dibuka.


"Kita tutup dari sore selamat 3 hari kita tutup untuk jam malam saja," tutupnya.


(Hamdiah)

3 tampilan0 komentar