Dikepung Banjir, Walhi : Kalsel Darurat Ruang dan Bencana Ekologis

TERAS BANUA, BANJARBARU - Curah hujan yang tinggi di wilayah Kalsel selama beberapa hari terakhir jelas berdampak dan menjadi penyebab banjir secara langsung. Disamping cuaca ekstrem, dampak perkebunan kelapa sawit dan pertambangan menjadi sasaran tembak penyebab banjir di Kalsel.

Dikepung Banjir, Walhi : Kalsel Darurat Ruang dan Bencana Ekologis
Dikepung Banjir, Walhi : Kalsel Darurat Ruang dan Bencana Ekologis

HAL ini diungkapkan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel Kisworo Dwi Cahyono, mengingat 50 persen dari luasan 3,7 juta hektare di Kalsel telah dibebani izin tambang dan perkebunan sawit.


“Ini belum lagi, hutan tanaman industri (HTI) dan hak pengusahaan hutan (HPH). Sudah sering saya sampaikan bahwa Kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis,” kata Cak Kiss sapaan akrabnya.


Cak kiss menyebut bencana ekologis seperti longsor dan banjir disebabkan tutupan lahan dan daerah aliran sungai (DAS) yang sudah rusak dan kritis. Untuk itu pemerintah dinilainya harus menindaklanjuti secara serius, hingga mendesak sesegeranya turun tangan dan tanggap bencana, sebelum dan sesudah bencana itu terjadi.


“Review perizinan dan jangan menambah izin baru untuk tambang dan perkebunan monokultur skala besar baik itu Sawit, HTI, maupun HPH,” tutupnya.


(Ri)

3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua