• Krisna

Diduga Salah Tangkap, Pria Barabai Mengadu Ke Propam Polda Kalsel

terasbanua.com, Banjarmasin - Sabtu (11/9/2021) siang, seorang pria asal Barabai Hulu Sungai Tengah, Muhammad Rafi'i (23) diduga korban salah tangkap atas kasus pencurian sepeda motor bersama Badko HMI Kalsel mengadu ke Bid Propam Polda Kalsel.

Muhammad Rafi'i mengadukan perihal apa yang telah dialaminya.


Kejadian salah tangkap tersebut terjadi pada Rabu (8/9/2021) lalu. Rafi'i mengaku terkejut ketika dijemput oleh anggota polisi dari Polres Hulu Sungai Utara (HSU) dan Hulu Sungai Tengah (HST) sekitar pukul 17.30 Wita di Jalan Lingkar Walangsi-Kapar Desa Banua Budi RT 01 Rw 01, Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Barabai.


Dalam penangkapan tersebut, Rafi'i juga mengaku mengalami tindak penganiayaan dimana korban dipukul di bagian kepala, muka dan paha oleh oknum anggota polisi hingga pingsan dalam kondisi tangan diborgol. Setelah itu, korban langsung dibawa ke Polres HST.


Dengan di bawah tekanan, korban diminta untuk mengakui bahwa ia telah melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Kabupaten HSU.


"Karena tidak mengaku, saya terus mengalami kekerasan. Karena sudah merasa kesakitan, terpaksa mengakui bahwa melakukannya meskipun sebenarnya tidak," ungkapnya.


"Saya menyampaikan yang sebenarnya bahwa saat di Polres HST saya hanya terpaksa mengakui karena sudah kesakitan dipukuli, padahal bukan saya yang melakukan pencurian," tuturnya.


Usai diintrogasi, korban diminta tandatangan di kertas kosong. Dan akhirnya korban dilepaskan serta dikasih uang Rp 100 ribu oleh oknum anggota polisi untuk uang makan dan korban dijemput keluarga serta teman-teman korban.


Atas kejadian tersebut, Korban pun kemudian melaporkannya karena tidak terima dengan tindakan salah tangkap yang dilakukan oknum Polres HSU dan HST.


(Krisna)

1.734 tampilan0 komentar