Diberikan Sanksi Fisik Usai Terjaring, Oknum Supeltas Mengaku Terpaksa Karena Himpitan Ekonomi

terasbanua.com, Banjarmasin - Membahayakan penguna jalan dan dianggap melanggar ketentuan lalu lintas, Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin mengamankan sukarelawan pengatur lalulintas (Supeltas).

Oknum supeltas yang terjaring diberikan hukuman oleh Dishub Banjarmasin. Foto Istimewa

Tidak hanya sekali, berulang kali oknum-oknum supeltas ini melakukan aktivitasnya di ruas jalan Ahmad Yani Banjarmasin yang berdasarkan aturan lalu lintas hanya boleh dilakukan oleh petugas Kepolisian, karena jalan tersebut merupakan jalan protokol.


Dishub pun memberikan hukum fisik seperti squat jump, guling-guling, hingga push up di lapangan Balai Kota kepada dua oknum Supeltas yang terjaring, Selasa (25/5/2021).


Sehari sebelumnya juga dilakukan hal sama kepada dua oknum lainnya yang terjaring dan salah satunya merupakan oknum yang mengkoordinir supeltas, Senin (24/5/2021).


"Memang ada yang mengkoordinir supeltas ini hingga meminta 10 persen dari hasil," ucap Muhammad Yunus, Koordinator Operasi Lapangan Dishub Banjarmasin.


Hukuman fisik yang diberikan kepada oknum-oknum supeltas ini guna memberikan efek jera agar tidak mengulangi.


"Tidak ada sanksi tapi hukuman fisik saja agar jera," ujarnya.


Selain itu, pihaknya juga membuat surat perjanjian. Apabila mengulang kembali maka oknum-oknum ini akan berurusan dengan Kepolisian.


"Mereka sudah membuat perjanjian dan siap dihukum kurungan hingga 3 bulan lamanya jika mengulangi kembali," tandasnya.


Sementara itu, HF salah satu oknum supeltas mengaku jera karena setelah diamankan, ia harus menjalani sanksi fisik.


"Jera saya. Setelah ini saya tidak ada lagi niat untuk jadi supeltas, karena capek dihukum fisik," tuturnya.


Ia mengaku terpaksa melakoni profesi ini karena desakan ekonomi, mengingat tidak ada pekerjaan lain setelah diberhentikan dari pekerjaan.


"Waktu masih awal pandemi saya dirumahkan, lalu tidak ada lagi dipanggil buat kerja lagi. Saya tidak punya pilihan," ujarnya.


Hal senada juga diungkapkan A yang mengaku juga jera menjadi supeltas, karena tidak ingin lagi berurusan dengan petugas Dishub Kota Banjarmasin.


Ia juga sadar bahwa aktivitasnya tersebut adalah melanggar peraturan lalu lintas. Yakni tidak boleh adanya pengaturan lalu lintas di jalan protokol selain dari Kepolisian.


"Saya tahu bahwa tidak boleh mengatur lalulintas. Padahal saya sudah lama tidak ke sana dan baru tadi lagi ke sana, kedapatan tidak sengaja" katanya.


(Hamdiah)

22 tampilan0 komentar