Diakui Wali Kota Banjarmasin, Perda Minol Masih Belum Bisa Diimplementasikan

terasbanua.com, Banjarmasin - Meskipun Peraturan Daerah (Perda) mengatur minuman beralkohol (Minol) sudah disetujui untuk menekan angka penjualannya di Kota Banjarmasin. Nyatanya tak kunjung bisa diterapkan hingga saat ini. Bahkan penjualan minol di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sekarang ini cukup marak.



Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku masih mengkaji Perda mengenai minol tersebut.


Bahkan diakuinya hingga saat ini Perda tersebut belum bisa diimplementasikan di Kota Banjarmasin yang dikenal religius itu.


"Ya memang dilematis kita. Karena jedanya hanya satu jam di pukul 23.00 sampai 24. 00. Secara subtansinya melarang sebetulnya tapi karena Kepres yang sudah dicabut, lalu kemudian kita tidak boleh melarang keseluruhan sehingga diberi ruang seperti itu," terang Ibnu baru-baru ini.


Lebih lanjut, ia menjelaskan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kota Banjarmasin sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penertiban penjualan minol di kota berjuluk Seribu Sungai ini.


"Spiritnya itu lebih pada menertibkan. Jangan sampai ada di counter-counter, mini market, apalagi di pasar modern minol. Memang secara aturan boleh tapi di kita tidak boleh harus diatur betul," tandasnya.


Menurut orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu, penjualan minol secara bebas tersebut tentu akan jadi kontraduktif dengan slogan Kota Banjarmasin Baiman (Barasih wan Nyaman).


Ia juga menekankan bahwa disetujuinya Perda minol tersebut bukan untuk mencari retribusi Pendapatan Hasil Daerah (PAD) Kota Banjarmasin. Walaupun diakuinya memang ada targetnya.


"Tapi lebih kepada bagaimana menertibkan. Misalnya dana yang terkumpul itu untuk menertibkan penegakan hukum," tutupnya.  


(Hamdiah)

14 tampilan0 komentar