Dermaga Apung Seberang Balai Kota Karam, Dinas PUPR Segera Koordinasikan Perbaikan

terasbanua.com, Banjarmasin - Sebagian fasilitas dermaga apung yang berada di seberang Gedung Balai Kota Banjarmasin mengalami karam sejak Senin (25/4/2022) pagi lalu.



Terlihat dermaga apung yang biasanya menjadi tempat berlabuhnya kelotok maupun speedboat yang digunakan penjabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin untuk menyisir sungai itu nampak sudah berkarat dan beberapa pagar juga menghilang serta patah.


Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku baru mengetahui kondisi karamnya dermaga apung dari awak media yang bertanya.


"Baru tahu kalau dermaga itu sudah rusak dan sudah tidak bisa digunakan," ungkap Ibnu kepada awak media di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Senin (27/4/2022).


Untuk tindak lanjutnya. Ia mengarahkan awak media untuk konfirmasi langsung kondisi tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.


Senada dengan Wali Kota Banjarmasin, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah mengungkapkan tidak mengetahui sama sekali karamnya dermaga apung tersebut.


Walaupun begitu, ia akan segera melakukan kajian teknis untuk mengetahui penyebab karamnya dermaga apung yang terbuat dari tongkang mini.


"Instruksi Pak Wali Kota kita diminta segera mencari penyebabnya dan kemudian melaporkan hasilnya ke pemerintah pusat," tuturnya.


Lebih lanjut ia menjelaskan, dermaga apung tersebut bukan hingga saat ini tidak termasuk dalam daftar aset milik SKPD manapun di lingkungan Pemko Banjarmasin.


"Karena sejak awal dibangun pada tahun 2008 sampai sekarang belum ada penyerahan atau hibah dari pihak yang membangun dermaga itu. Yakni Departemen Kebudayaan dan Pariwisata," bebernya.


Hal tersebut lah yang membuat pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan langsung terhadap fasilitas umum dan perlu melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.


"Karena kami tidak bisa mengeluarkan anggaran untuk aset yang bukan milik kami. Tapi karena itu adalah fasilitas publik maka sesegeranya akan kami koordinasikan kepada pihak terkait agar bisa secepatnya diperbaiki," pungkasnya.



Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Drainase, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathoni menambahkan, bahwa pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan secara menyeluruh. Mengingat fasilitas publik tersebut belum terdaftar sebagai aset milik Pemko Banjarmasin.


Pasalnya setelah selesai di bangun pada tahun 2008 lalu, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI belum melakukan serah terima aset dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin.


"Tapi kalau dibiarkan terus seperti itu juga tidak bagus. Makanya nanti kita akan melakukan sedikit perbaikan sembari berkoordinasi dengan pemerintah pusat," akhirnya.


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar