Demo Pelabuhan Tak Ada Penanggung Jawab, Kapolresta Banjarmasin: Ini Pengecut Dan Melanggar Hukum

terasbanua.com, Banjarmasin - Polresta Banjarmasin sikapi tegas mengenai adanya aksi unjuk rasa oleh Asosiasi Kelompok Sopir Kalimantan di Jalan Gubernur Soebarjo di simpang Lumba-Lumba, Banjarmasin Barat, pada Selasa (22/02/2022).



Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito mengatakan bahwa setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasinya, namun hal itu harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.


Seperti aksi kali ini yang ternyata menyalahi aturan pengajuan izin, dimana aksi tersebut dinilai melanggar hukum dan tidak dibenarkan. Selain itu pemberitahuan aksi yang sempat beredar di medsos ini tidak jelas dikarenakan tidak ada penanggung jawab dan koorlapnya.


"Kami disini memberi edukasi kepada masyarakat yang baik dan benar, kalau aksi tidak sesuai aturan itu melanggar, yang benar kami bilang benar yang salah kami bilang salah," terang Kapolresta Banjarmasin. Selasa (22/2/2022).


"Ingat kita ini negara hukum bukan negara suka-suka sendiri, semua orang bebas menyuarakan aspirasi nya namun harus sesuai berdasarkan aturan hukum yang berlaku dan yang tidak taat dengan hukum maka harus dihukum," lanjutnya.


Selain itu, bukan hanya masalah tidak jelasnya ijin serta penanggungjawab, aksi kali ini juga dilakukan di area objek vital pelabuhan, yang mana menurut peraturan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Aspirasi di Muka Umum itu tidak boleh.


"Tidak boleh ada unjuk rasa di area objek vital salah satunya pelabuhan, disini kami dilarang adanya unjuk rasa atau demo atau apapun bentuk nya yang dapat mengganggu jalannya roda-roda perekonomian di pelabuhan ini," tuturnya.


Kapolres juga menyayangkan adanya surat berantai yang beredar mengajak berdemo namun tanpa ada penanggung jawab yang jelas seakan sengaja memprovokasi. Menanggapi hal tersebut, ia mengatakan yang membuat surat seperti itu adalah pengecut.


"Ada pemberitahuan tapi tidak jelas, tidak ada penanggung jawab, tidak ada korlap hanya ada angka. Kalau begini yang membuat pengecut, kalau memang berani berbuat datang ketempat saya, saya tunggu, itu baru namanya pemberani dan ksatria," tegasnya.


"Karena tidak ada kejelasan apa apa dan melanggar peraturan, maka dari itu demo hari ini saya nyatakan tidak ada dan tidak boleh ada demo seperti ini," tambahnya.



Ia menjelaskan bahwa mereka tidak melarang jika para supir ingin melakukan aksi, namun harus tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.


"Silahkan jika ingin aksi, namun sesuaikan dengan aturan, jangan melanggar hukum dan beritahu kami tiga hari sebelumnya," ujar Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito.


Orang nomor satu di jajaran Polresta Banjarmasin itu juga mengimbau kepada siapapun agar jangan coba-coba membuat situasi menjadi tidak kondusif di pelabuhan.


"Ini demi kemaslahatan masyarakat umum dan demi perekonomian kita yang lebih baik lagi," tuturnya.


Tak hanya itu, ia juga meminta masyarakat jangan terpancing isu dari provokator dan berita hoax tentang adanya unjuk rasa di pelabuhan tersebut.


"Situasi kita masih pandemi Covid-19, saya minta semua sama-sama menjaga kedisiplinan protokol kesehatan," pungkasnya.


(Krisna)

13 tampilan0 komentar