Demo Buruh Batal, Pemko Bersama Polresta Banjarmasin Tetap Gelar Apel Siaga


terasbanua.com, Banjarmasin - Polresta Banjarmasin bersama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melaksanakan apel antisipasi siaga demo dari para buruh yang meminta kenaikkan gaji Upah Minimun Kota (UMK) Banjarmasin dan juga Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalimantan Selatan (Kalsel), di halaman Balai Kota Banjarmasin, Senin (6/12/2021) pagi.

Para buruh menilai kenaikkan UMK sekitar  1,76 persen atau hanya bertambah 51.795 rupiah, UMK Banjarmasin tahun 2022 menjadi sebesar Rp. 3.000.371 (tiga juta tiga ratus satu rupiah) dari sebelumnya Rp. 2.948.576 pada UMK 2021.


Sedangkan kenaikkan UMP Kalsel 2022 yang hanya naik sebesar 1.01 persen. Hingga para buruh menilai kenaikkan UMK dan UMP masih belum memenuhi keinginan para buruh.


Mengenai hal tersebut, Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi menjelaskan bahwa dalam aksi unjuk rasa yang hendak digelar hari ini tentunya untuk menyampaikan hal tersebut.


"Mereka ingin memperjuangan kenaikkan UMK dan UMP yang nilai rendah oleh mereka karena kurang dari 5 persen dan dianggap tidak representatif," ucapnya kepada awak media, usai apel siaga demo dari para buruh, Senin (6/12/2021).


Menurut Doyo, pada Minggu (5/12/2021) kemarin. Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Aliansi Pekerja Buruh untuk mencari jalan tengah mengenai permasalahan ini.


Tentunya melalui berbagai upaya menyangkut dalam hal ini, hingga pada akhirnya ditemukan solusi bersama.


Pasalnya, menurut Doyo apakah nanti dinaikkan atau tidak untuk UMK dan UMP tak harus diselesikan melalui aksi unjuk rasa dari para buruh.


"Kenaikkan mungkin bisa terjadi, tapi ya cuma situasional. Entah harus dinaikkan tahun ini atau nanti, itu yang subtansi yang akan kita kembangkan ke depan untuk tidak perlu demo," jelasnya.


"Tidak ada pemerintah yang tidak ingin mensejahterakan warganya. Tentunya ada upaya untuk selalu meningkatkan kesejahteraan. Namun dampak yang perlu diperhatikan dari perusahaan mengenai upah yang diberikan apakah mampu atau tidak sehingga kita perlu akomodir," sambungnya.


Meskipun begitu, apel siaga demo ini tetap dilaksanakan oleh Polresta untuk mengatisipasi, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Apel ini untuk antisipasi saja karena kemarin informasinya adasekitar 250 ribu sampai dengan 3 ribu massa yang akan mengelar unjuk rasa," terangnya.


Doyo turut mengapresiasi atas sikap para buruh yang tidak jadi melakukan aksi unjuk rasa setelah dilakukan komunikasi sebelumnya.


(Hamdiah)

1 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua