Datangi ULM, Kapolresta Banjarmasin Minta Maaf Dan Tegaskan Sudah Pecat Oknum Pelaku Pemerkosaan

terasbanua.com, Banjarmasin - Aku korban pemerkosaan oleh oknum aparat. Pernyataan tersebut diucapkan dalam akun instagram devita.verdps dan sempat viral dibagikan di banyak media sosial.



Diketahui ternyata dibalik akun tersebut adalah seorang Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat yang menjalani program magang yang menjadi korban seorang oknum dari petugas Satresnarkoba Polresta Banjarmasin berpangkat Bripka berinisial BT.


Baru baru ini diketahui korban baru angkat bicara karena sebelumnya merasa shock dan sekarang merasa kecewa dengan keputusan pengadilan yang hanya memvonis pelaku dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan.


Menanggapi kasus yang kini tengah viral di tengah masyarakat tersebut, hari ini Selasa (25/1/2022) siang Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito beserta jajaran berkunjung ke ULM guna menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan memberhentikan pelaku dan meminta maaf atas terjadinya peristiwa tersebut.


"Saya sebagai Kapolresta memohon maaf atas terjadinya kejadian tersebut dan kami sangat mengutuk keras kejadian tersebut," ucap Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito.


"Selain itu, kami memberitahukan oknum tersebut sudah kami PDTH (pemberhentian dengan tidak hormat) sejak Desember 2021 lalu," lanjutnya.


Soal banding yang diajukan oleh oknum terkait putusan tersebut, ia menegaskan pihaknya menolak keras karena itu bukanlah gambaran seorang polisi.


"Meskipun dia melakukan banding tetap bagi kami itu tidak dibenarkan, tidak boleh ada polisi yang menyakiti masyarakat. Polisi harus jadi pelindung, mengayomi dan melayani masyarakat bukan menyakiti," tegas Kapolresta Banjarmasin.


Kombes Pol Sabana Atmojo Martosumito berjanji kedepannya akan lebih memperbaiki internal jajarannya agar tidak ada lagi terjadi kejadian serupa.


"Ke depan kita perbaiki semua, kasus ini sudah menjadi contoh agar tidak ada personel lain yang melakukan pelanggaran dan kalau melakukan pelanggaran pasti akan terkena sanksi baik hukum pidana ataupun hukum kode etik seperti dalam kasus ini kami berhentikan/pecat," tuturnya.



Dari pertemuan tersebut, Wakil Rektor III ULM Muhammad Fauzi mengatakan pihaknya akan lebih memperbaiki pengawasan dan pendampingan magang untuk ke depannya guna menjaga keamanan mahasiswa/i nya.


"Selain itu untuk korban kami lakukan pendampingan agar dia tidak putus kuliah serta kajian secara hukum dengan harapan kedepannya kondisinya bisa membaik dengan apa yang sudah dialaminya," ucap Wakil Rektor III ULM.


Selain itu ia menjelaskan bahwa mulai hari ini pihaknya sementara telah menarik mahasiswa/i yang sedang menjalani magang.


"Ada sebanyak 12 orang yang kami tarik untuk pembenahan," pungkasnya.


Untuk diketahui, peristiwa berawal pada 18 Agustus 2021 sekitar pukul 20.30 Wita. Saat itu pelaku menjemput korban di rumah kakaknya dan diterima karena korban merasa tidak enak menolak sebagai anak magang di kantor oknum tersebut.


Selanjutnya pelaku berhenti di pos penjagaan lingkar selatan dan beberapa menit kemudian kembali ke mobil. Saat di mobil pelaku menawari minuman dengan tutup yang terbuka ke korban namun ditolak.


Setelah beberapa kali ditolak, pelaku pun memaksa korban dengan ucapan jika dia tidak minum mobil tidak akan jalan. Korban yang takut pun akhirnya terpaksa meminun minuman tersebut.


Setelah meminum pelaku sempat mengajak korban pelaku ke hotel namun ditolak. Selanjutnya pelaku kembali berhenti ke minimarket simpang gambut dengan membawa minuman yang kemudian dipaksakannya untuk diminum oleh korban.


Beberapa saat kemudian disekitaran daerah gambut, korban mulai merasa ada yang aneh tubuhnya. Korban sempat meminta pulang namun tidak dituruti pelaku, saat korban merasa lemas tak berdaya pelaku mulai meraba raba dan mencium korban. Setelah sampai ke lokasi yang dituju oleh pelaku, korban selanjutnya dinaikan ke kursi roda dan dibawa ke kamar hotel dan diperkosa sebanyak dua kali.


(Krisna)

105 tampilan0 komentar