Data Rumah Rusak Akibat Banjir Sudah Diverifikasi, Dua Kota Masih Belum Terakumulasi

terasbanua.com, Banjarbaru - Memasuki masa transisi setelah bencana banjir melanda di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Terkait perkembangan penanganan rumah warga yang terdampak banjir, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Mujiyat, menjelaskan sudah pada tahap pengajuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Provinsi Kalsel, Mujiyat. Foto : Hamdiah

Sebelumnya, pihaknya telah menerima usulan dari 11 kabupaten/kota terkait rumah warga yang rusak karena musibah banjir dan telah diverifikasi.


"Kita masih mengacu kepada usulan daripada kabupaten/kota untuk usulan rumah yang rusak, karena ini sudah memasuki masa transisi sehingga sampai hari ini saya sudah siapkan konsep pengajuan ke BNPB," terangnya kepada awak media usai mengikuti Apel Gabungan Kesiapan Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Selasa (2/3/2021).


Total data verifikasi yang sudah masuk ke BPBD daerah, untuk rumah warga yang dalam kondisi rusak berat, sedang dan ringan itu sekitar 5000 buah rumah.


"Dari jumlah yang rusak berat itu 400 sekian. Totalnya semua dari rusak ringan,sedang dan berat itu ada sekitar 5000 sekian," ucapnya.


Mujiyat mengungkapkan bahwa data ini baru tahapan awal. Pasalnya dari data Banjarmasin dan Banjarbaru masih belum terakumulasi dan dianggap belum valid.


"Masih ada datang yang belum terakumulasi. Contohnya seperti kota Banjarmasin dan Banjarbaru ini kan belum ada SK wali kota, sehingga itu kita anggap belum valid."


Menurut Mujiyat, data akan valid apabila sudah ada tanda tangan dari Wali Kota dari dua daerah tersebut dan akan disampaikan ke Pj Gubernur Kalsel.


"Validasi itu ketika mereka udah tanda tangan oleh Wali Kota tersebut. Sehingga data yang masuk hari ini saya serahkan ke PJ Gubernur. Mudah-mudahan nanti bisa kita tangani dan akan kita kirim ke pusat untuk segera  direalisasikan pembangunan rumah rusak berat nya. Mudah-mudahan segera ditanda tangani pak Gubernur dan kirim ke Jakarta, 1/2 hari ada jawaban," harapnya.


Mujiyat juga menambahkan data verifikasi yang diajukan bisa bertambah dan berkurang karena dari data tersebut akan dilakukan verifikasi ulang.


"Data dinamika itu bergerak. Ketika nanti diverifikasi ulang ternyata yang dikatakan rusak berat itu sebenarnya roboh dan tidak bisa dipakai sama sekali. Itu subtansinya. Tapi terkadang kalau miring itu dianggap rusak berat. Nah itu nanti dari tim memverifikasi ulang. Jadi kemungkinan nanti dinamikanya bisa tambah bisa kurang," akhirnya.


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua