Data Kekerasan Anak dan Perempuan di 2022 Meningkat, Mengisyaratkan Masyarakat Mulai Sadar dan Paham

terasbanua.com, Banjarmasin - Dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2022 ini. Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor ingin anak-anak di Kota Banjarmasin terlindungi dengan baik.



"Karena anak-anak ini menjadi generasi yang melanjutkan pembangunan dan perjuangan di Kota Banjarmasin," ucap Arifin usai melakukan penanaman bibit pohon di Halaman SMPN 30 Banjarmasin yang masuk dalam rangkaian peringatan HAN, Kamis (28/7/2022).


Apalagi sebelumnya ungkapnya, Kota Banjarmasin telah berhasil naik peringkat sebagai Kota Layak Anak kategori Nindya Tahun 2022 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Bogor beberapa waktu lalu.


Tentunya melalui penghargaan tersebut menjadi perhatian serius pihaknya ke depan untuk terus berbenah dalam meningkatkan berbagai layanan dan fasilitas yang ramah anak.


"Untuk bisa naik peringkat pertama tentu kita harus lebih memperbaiki infrastruktur dan sistem manajemen kita agar anak benar-benar terlindungi dengan baik," tuturnya.


Dalam hal ini, dirinya juga juga mengajak seluruh lapisan masyarakat tidak hanya Pemko Banjarmasin untuk ikut serta peduli terhadap tumbuh kembang anak dengan baik dan jauh dari kekerasan anak.


"Sayangi lah anak-anak kita yang merupakan generasi dari kita," ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Banjarmasin, Madyan menambahkan tak dipungkiri kasus kekerasan anak maupun perempuan mengalami peningkatan di Kota Banjarmasin.


Meskipun begitu, Pemko Banjarmasin bersama stakeholder terkait selalu hadir dalam penanganan kasus kekerasan pada anak dan perempuan.


"Memang di tahun ini ada indikasi peningkatan kasus kekerasan pada anak dan perempuan dibandingkan sebelumnya. Tercatat di tahun ini ada 140 sekian kasus," ungkapnya.


Dalam hal ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi langsung di tengah masyarakat melalui tokoh masyarakat di tiap Kelurahan. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan edukasi terkait perlindungan dan pemenuhan hak anak dan perempuan.


Menurutnya, melalui sosialisasi yang terus digalakkan pihaknya. Secara tidak langsung masyarakat sudah mulai mengetahui dan memahami bahwa ada lembaga yang siap menerima laporan dan menanggani kasus kekerasan anak dan perempuan.


"UPT kita juga baru terbentuk jadi semoga tahun depan kian meningkat yang melapor," ujarnya.


Banyaknya data laporan kekerasan anak dan perempuan yang masuk. Tentu hal bagus karena menurutnya makin banyak orang yang peduli terhadap permasalah itu sekarang ini.


Mengingat dulunya, kasus kekerasan anak dan perempuan masih dianggap tabu oleh masyarakat. Sehingga tidak banyak yang melapor.


"Karena ini awalan dan banyaknya melapor dan ditangani, dampaknya nanti ke depan setiap tahun pasti akan menurun," jelasnya.


Tentunya kasus kekerasan anak dan perempuan ini jadi persoalan serius yang dihadapi pemerintah. Mengingat misi pembangunan ke depan akan dilanjutkan oleh generasi.


"Jadi anak-anak harus dilindungi dari kekerasan yang berdampak buruk pada anak agar ke depannya bisa menghasilkan generasi berkualitas untuk pembangunan," tegasnya.



Hamdiah

23 tampilan0 komentar