Dari 26 Perusahaan Properda Kalsel, Hanya 2 Perusahaan Masuk Peringkat Hijau

TERAS BANUA, BANJARBARU - Dalam Peserta Proper (Program Penilaian Kinerja Perusahaan) di Kalimantan Selatan tahun 2019, menurun dari biasanya dan hanya tercatat 26 perusahaan.

Penjabat Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar

Pasalnya, semenjak melandanya pandemi Covid-19 di Indonesia terutama Kalsel, anggaran yang diterima Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel berkurang, sehingga terbatasnya perusahaan yang tercatat dalam Proper kali ini dalam pengawasan dan pemantauan secara langsung dalam penilaian kinerja kali ini.


"Jumlah perusahaan agak berkurang karena pandemi Covid-19 ini jadi anggaran diterima terbatas sehingga untuk pengawasan dan pemantauan perusahaan juga terbatas," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, kepada awak media.


Sebelumnya pihaknya juga telah ikut serta dalam Porpernas. Sekitar 56 perusahaan yang tercatat, secara operasional anggara yang digunakan juga melalui dari anggaran yang di terima DLH sendiri.


Disebutkan Hanifah, dari 26 perusahaan Properda ini ada satu perusahaan yang masuk dalam peringkat kinerja merah.


"Satu perusahaan masuk peringkat merah dalam artian memang dia belum melakukan update terhadap pelaksanaan pengelolaan lingkungan hidupnya," ucapnya.


Sedangkan sisanya 2 peringkat kinerja hijau, serta 23 perusahaan masuk dalam peringkat kinerja biru.


"Alhamdulillah ada 2 perusahaan yang meraih peringkat kinerja hijau yaitu dari PT Arutmin Indonesia-NPLCT dan PT Antang Gunung Meratus dan 23 perusahaan yang meraih peringkat kinerja biru. Mudah-mudahan ke depan semakin meningkat lagi kinerja perusahaan itu," tuturnya.


Menurutnya, "Pihaknya akan terus menerus melakukan pembinaan dan pengawasan kepada perusahaan-perusahaan tersebut, khususnya yang merah akan segera tindaklanjuti dan akan kita dilakukan pembinaan lebih lanjut sehingga bisa keluar dari zona merah," lanjutnya.


Sementara itu, salah satu perusahaan yang menerima penghargaan peringkat kinerja hijau PT Antang Gunung Meratus, Daniel Siregar, selaku Sect Head Environment (SHE) di perusahaan tersebut mengatakan penghargaan peringkat hijau yang terima merupakan perusahaannya merupakan kali kedua.


"Sebelumnya di tahun 2016 sudah pernah mendapat peringkat hijau jadi ini merupakan kedua kalinya, 2011 kami juga mendapat peringkat biru di tingkat nasional," terangnya.


Diakui Daniel memperoleh peringkat hijau tentunya tidaklah mudah, pasalnya pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kriteria.


"Mendapatkan peringkat hijau itu bukan merupakan suatu hal yang gampang dan upaya yang terus kami lakukan untuk memenuhi kriteria 8 item sesuai dengan Permen LH Nomor 03 Tahun 2014. Akhirnya di 2020 untuk penilaian 2019 ini kami mendapatkan peringkat hijau," ucapnya.


Salah satu upaya pihaknya yaitu telah membentuk sistem manajemen lingkungan. PT Antang Gunung Meratus sendiri sudah mempunyai ISO 1401 untuk seri 15, dimana dalam sistem tersebut ia sudah memanajemen semua aspek yang ada 8 item yang ada Permen LH Nomor 03 Tahun 2014.


Sedangkan, "Dari sisi yang kami tonjolkan sebenarnya di kegiatan program 2019 yang dinilai 2020 ini adalah konservasi hayati, karena kami merupakan salah satu perusahaan yang sangat konsen dengan namanya konservasi hewan bekantan," lanjutnya.


Walaupun diakui Daniel, sebenarnya target dalam periode pihaknya melakukan restorasi pada lahan bekantan yang merupakan hewan endemik Kalimantan dan hampir punah, dimana lahan tempat tinggal mereka tersebut telah rusak bahkan pernah terbakar akibat musim kemarau.


"Target kita untuk restorasi 95 hektar, dan saat ini sudah tercapai 74 hektar. Harapannya nanti bekantan-bekantan yang hampir punah ini bisa kembali berkembang karena sudah ada habitatnya," ucapnya.


Selain itu, tentunya masih banyak lagi program lainnya yang terus digiatkan pihaknya untuk bisa mencapai target tertinggi yaitu peringkat kinerja emas.


"Target emas itu pasti, tapi tentu harus dibarengi dengan upaya-upaya karena kita tahu sendiri yang mendapat hijau itu juga kita harus mempunyai program-program yang konsisten dan nanti harap kita 3 tahun ke depan bisa mendapatkan peringkat paling tinggi itu," tutupnya.


Atas pencapaian yang peroleh perusahaan-perusahaan tersebut, terutama yang mendapat peringkat merah dan biru agar lebih ditingkatkan lagi oleh perusahaan masing-masing untuk lebih baik.


"Kita berharap yang masih merah dan biru bisa meningkatkan kinerjanya hingga penilaian kinerja terkait Lingkungan Hidup tahun depan bisa lebih bagus," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar.


(Hamdiah)

5 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua