Dampak PPKM Darurat, Pengiriman Hewan Kurban Ke Banjarmasin Terlambat

terasbanau.com, Banjarmasin - Pengawasan stok hewan kurban sapi khususnya di wilayah Banjarmasin rencananya akan mulai dilakukan dalam pekan ini.

Medik Veteriner DKP3 Kota Banjarmasin, Annang Dwi Jatmiko,
Medik Veteriner DKP3 Kota Banjarmasin, Annang Dwi Jatmiko,

Hal tersebut diungkapkan Medik Veteriner DKP3 Kota Banjarmasin, Annang Dwi Jatmiko, kepada awak media, Selasa (6/7/2021).


"Mungkin mulai pekan ini dan pekan depan kita sudah jalan. Memang beberapa masih belum masuk stok sapi dari luar daerah ke Banjarmasin karena masih dalam pengiriman," ucap Annang.


Annang menuturkan pihaknya juga akan melakukan pemantauan langsung di pelabuhan setelah pengirimin sapi sampai di  dermaga.


"Setelah sampai di bongkar di pelabuhan. Jadi kita bisa mantau dari situ disebarnya kemana saja. Ada beberapa yang memang tempat penjual sapi musiman jadi kita telusuri itu semua," tuturnya.


Rata-rata sapi yang masuk berasal dari daerah Jawa yakni Madura dan Kupang yang memang untuk stok sapi kurban di Banjarmasin.


Selain mencek stok hewan kurban, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan di tempat-tempat penampungan hewan kurban, termasuk RPH sekaligus penjual sapi musiman yang ada di Banjarmasin.


"Sesuai prosedur kita cek kesehatan hewannya bila itu sehat artinya bisa dijual, sedangkan yang sakit, kita isolasi ataupun dilakukan pengobatan," paparnya.


Diakui Annang pengiriman hewan kurban memang mengalami beberapa kendala hingga menyebabkan keterlambatan datang. Mengingat beberapa daerah termasuk daerah yang mendistribusikan hewan kurban sedang menjalani PPKM darurat karena lonjakan kasus Covid-19 yang saat ini terjadi.


"Dari informasi terbaru dari pelaku usaha bahwa izin masuk agak lama dan penggunaan kapal ternak khususnya hewan kurban terbatas. Sehingga stok yang datang tidak maksimal. Jadi biasanya 10 hari sebelum hari H sudah masuk ini agak terlambat," jelasnya.


Disinggung kebutuhan hewan kurban di Banjarmasin ada berapa banyak? Annang menjawab berdasarkan kalkulasi dari pihaknya ada kurang lebih 2.100 sapi yang dipastikan terserap kepada warga Banjarmasin.


Adapun mengenai harga untuk tahun ini, menurut Annang masih bekaca dengan tahun 2020 lalu yakni sekitar 55 ribu rupiah sampai 60 ribu rupiah perkilogram berat hidup.


"Kalau tahun ini kita asumsikan masih sama atau bahkan nanti kalaupun mengalami kenaikan biasanya kita tambahkan 5 ribu perkilogramnya," pungkasnya.


(Hamdiah)

14 tampilan0 komentar