Dakwaan Pencurian Terbantahkan, Ketua RT di Kotabaru Dinyatakan Bebas

terasbanua.com, Kotabaru - Setelah lima bulan mendekam dalam tahanan, akhirnya Junaide (37) terdakwa kasus pencurian kelapa sawit di Kotabaru bisa menghirup udara bebas.

Setelah lima bulan mendekam dalam tahanan, akhirnya Junaide (37) terdakwa kasus pencurian kelapa sawit di Kotabaru bisa menghirup udara bebas.

Tuduhan pencurian kelapa sawit yang didakwakan terbantahkan di Pengadilan Negeri Kotabaru. Hakim yang menangani perkara pencurian tersebut dalam sidang putusan, terdakwa Junaide dinyatakan bebas murni pada Rabu (13/10/2021).


Junaide yang juga sebelumnya merupakan ketua RT 6 Desa Sesulung Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru ditangkap dan ditahan pada 7 Mei 2021 saat bulan Ramadan lalu.


Sempat mendekam di dalam tahanan kurang lebih 5 bulan lamanya menjalani proses hukum yang menimpa dirinya kini bisa kembali kumpul dengan keluarga dan anaknya.


Terdakwa Junaide terpaksa berurusan dengan polisi karena dilaporkan telah mencuri buah sawit oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.


Junaide yang divonis bebas mengatakan, awal mulanya dia tidak tahu menahu, karena pada malam Sabtu (8/5/2021) datang polisi, bersama orang perusahaan menyuruh untuk ikut ke mess.


Lalu Junaide tersebut mengikutinya, namun dalam penjelasannya Junaide tidak dibawa ke mess melainkan langsung ke kantor Polsek Pamukan Selatan.


"Saya mengira akan dipertemukan saja dengan pihak perusahaan ternyata tidak, dan saya langsung dilakukan penahanan begitu saja oleh Polsek Pamukan Selatan," ungkapnya.


Dirinya juga sangat keberatan dan tidak terima dituduh telah mencuri buah sawit, sampai harus mendekam di tahanan selama lima bulan.


"Saya tidak terima, saya akan laporkan balik kalau ada jalannya," tutur Junaide kepada awak media.


M Hafidz Halim, kuasa hukumnya mengatakan "Alhamdulillah keadilan masih tegak dan terukur di Bumi Saijaan terkait pihak perusahaan yang telah melaporkan kliennya akan dilaporkan balik."


"Perusahaan yang melaporkan klien kami dan saksi sebagai pelapor juga akan kami laporkan balik," tegasnya.


Lanjutnya, kalau terkait kerugian kliennya akan dilanjutkan setelah keputusannya nanti inkrah.


"Terkait aparat yang bertindak represif bisa saja nanti kami laporkan ke Propam atau Kompolnas," ujarnya.


"Kasus klien kami terlalu dipaksakan karena barang bukti nihil. Yang ada alat bukti berupa foto saja," jelas Halim.


Menanggapi putusan tersebut Achmad Riduan Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Kotabaru saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (14/10/2021) mengatakan dari Jaksa Penuntut Umum melakukan upaya kasasi di Mahkamah Agung.


"Dari hasil putusan hakim di persidangan perkara ini, kami dari pihak Jaksa Penuntut Umum akan melanjutkan kasasi ke Mahkamah Agung," pungkasnya.


(Her)

59 tampilan0 komentar