Curah Hujan Tinggi Hingga Berpotensi Banjir Sedang, Ibnu Imbau Masyarakat Bersihkan Drainase

terasbanua.com, Banjarmasin - Beberapa hari belakangan ini, curah hujan cukup tinggi terjadi di Kota Banjarmasin.



Maka dari itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menghimbau kepada seluruh masyarakat, memasuki musim penghujan ini untuk selalu membersihkan saluran drainase setempat.


Pasalnya dari prediksi BMKG, curah hujan tinggi yang terjadi di Banjarmasin sekarang ini. Memiliki potensi akan terjadinya banjir dengan ketinggian sedang.


"Mari kita bersama-sama kita bersihkan drainase. Jangan sampai ada yang menutup saluran hingga menyebabkan banjir. Tentu ini antisipasi awal kita dalam menghadapi musibah banjir," ucap Ibnu kepada awak media, Kamis (10/3/2022).


Ibnu berharap berbagai antisipasi yang telah dilakukan sebelumnya oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin seperti normalisasi sungai dan antisipasi lainnya bisa mencegah terjadinya banjir.


Mengingat tahun lalu, Kota Banjarmasin sempat dilanda musibah banjir terparah, sehingga peristiwa itu menjadi perhatian serius pihaknya dalam penanganannya.


"Semoga tidak ada lagi musibah di Banjarmasin apalagi banjir atau calap," tutupnya.


Sementara itu secara terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Fahrurazi mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi ini akan terus terjadi hingga pertengahan bulan April mendatang.


Adapun prediksi tersebut berdasarkan dari data yang diambil dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).


"Sudah diprediksi oleh BMKG untuk periode Maret dan April itu cenderung curah hujan bulan ini lebih tinggi daripada Februari kemarin," kata Fahrurrazi, Senin (07/03/22) sore.


Kondisi cuaca tersebut nyatanya tidak hanya dirasakan Kota Banjarmasin saja. Namun daerah lain di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pun turut menghadapi curah hujan tinggi tersebut.


"Makanya, secara umum di Kalsel termasuk Kota Banjarmasin masih masuk dalam daftar zona kuning untuk resiko kebencanaan seperti banjir, longsor dan angin puting beliung," ungkapnya.


Namun lanjutnya, dari beberapa resiko bencana tersebut. Hanya 2 ancaman bencana alam yang wajib diwaspadai di Banjarmasin, yakni angin ribut atau puting beliung serta banjir.


"Karena potensi terjadi kedua bencana tadi tetap ada meski tak setinggi di awal tahun kemarin," tandasnya.


Sekarang ini pun, pihaknya terus menjalankan monitoring dan siap siaga dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi nanti.


"Anomali cuaca ini kan terkadang bisa kita baca, kadang tidak. Kalau hujan yang terus-menerus tinggi dan durasinya panjang. Ya kemungkinan banjir bisa terjadi," terangnya.


Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi fenomena cuaca yang sedang terjadi sekarang ini.


"Ya kita berdoa saja mudah-mudahan Banjarmasin aman-aman saja," himbaunya.


Diketahui sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina telah menetapkan status Siaga Darurat Banjir, Puting Beliung, dan Banjir Rob sejak 18 November 2021 sampai 18 Maret 2022 nanti.


Kalaupun kondisinya nanti terus seperti ini. Maka tidak menutup kemungkinan status siaga tersebut akan di perpanjang.


"Kita lihat ke depan, kalau perlu diperpanjang, ya kita perpanjang status siaga darurat ini. Yang pasti kita tidak perlu panik," akhirnya


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar