Cegah Stunting di Banjarmasin, TP PPK Gerakkan Program Basadakah Melalui Posyandu

terasbanua.com, Banjarmasin - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan (TP-PKK) Kota Banjarmasin akan menjalankan Program Basadakah (Banjarmasin Cegah Stunting di Hari Jumat Berkah) dalam kegiatan posyandu.

Ketua TP-PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah. Foto Hamdiah.

Diketahui, program Basadakah merupakan  hasil usulan dari salah satu staf muda Wali Kota Banjarmasin dalam upaya mencegah dan menanggulangi stunting di Banjarmasin.


"Kita mendorong untuk setiap kader posyandu itu sebulan sekali melakukan gerakan mengumpulkan bantuan warga yang mampu di sekitar posyandu masing-masing seperti sedikit beras, telur, sayur dan buah-buahan," ucap Ketua TP-PKK Kota Banjarmasin, Siti Wasilah seusia acara Jambore Kader PKK se-Kota Banjarmasin di Rumah Sasirangan Kreatif, Rabu (24/11/2021).


Adapun bantuan yang telah terkumpulkan tersebut. Nantinya akan diolah menjadi makanan bergizi dan dibagikan kepada warga tidak mampu yang memiliki balita di kawasan posyandu.


Lebih lanjut, Wasilah menjelaskan bahwa dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sendiri telah rutin setiap bulannya memberikan bantuan di masing-masing untuk posyandu.


Bantuan yang diberikan merupakan bantuan dana untuk Pemberian Makanan Tambahan (TMT) pada bayi dan balita.


"Maksud kita cuman sekali apalah artinya. Makanya kita dorong masyarakat juga untuk mau urun. Itu jadi bentuk ke swadaya masyarakat," jelasnya.


Ia menekankan bahwa posyandu adalah pengembangan Usaha Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM). Sehingga tidak selalu harus dari pemerintah untuk dana program posyandu.


"Kebetulan status posyandu di kota Banjarmasin itu masih banyak kota madya. Artinya kegiatan baru terbatas lima meja, belum ada kegiatan pengembangan. Kemudian tidak ada dana sehat berarti tidak ada swadaya karena minta semua ke pemerintah. Sedangkan pemerintah pasti punya keterbatasan," terangnya.

Melalui program basadakah inilah yang diharapkan bisa memancing kader posyandu untuk lebih inisiatif untuk menghimpun sumber daya yang ada masyarakat.


"Tidak perlu besar. Mungkin ada yang sanggup memberi beras sedikit itu bisa dibuat bubur dan itu menjadi kesempatan sedekah dari semua orang," pungkasnya.


(Hamdiah)

7 tampilan0 komentar