• Hamdiah

Capaian Vaksinasi Lansia dan Anak Rendah, Membuat Banjarmasin Kembali Bestatus PPKM Level 3

terasbanua.com, Banjarmasin - Kota Banjarmasin kembali memperpanjang status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama dua pekan mendatang.



Sebagaimana yang telah diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai perpanjangan status PPKM di luar Jawa-Bali melalui konferensi pers usai rapat terbatas, Senin (9/5/2022).


Kepalas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan menjelaskan alasan Banjarmasin kembali berstatus level 3 karena terkendala capaian vaksinasi lanjut usia (lansia) dan anak yang masih belum mencapai target.


Oleh karena itu, pihaknya terus gencar mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi di tengah masyarakat dengan sasaran lansia dan anak.


"Kita masih dibawah target 70 persen, ini menjadi tantangan kita sendiri," ucapnya usia membuka Forum Group Discussion (FGD) Persiapan Teknis Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Selasa (10/5/2022).


Menurutnya jika dilihat dari dua kriteria situasi Covid-19 yakni transmisi komunitas, kasus CC mencapai 0,15,kasus rawat inap 0,13 dan kasus kematian 0,04.


Lalu kapasitas respon dimana untuk testing memadai, tracing sedang dan treatment telah memadai. Seharusnya status level di Banjarmasin sudah turun di level 1.


Namun karena diukur dari standar vaskinasi Covid-19 melalui data KPC-PEN. Capaian vaksinasi lansia dosis pertama masih di bawah 60 persen yakni 58,31. Hal tersebut lah yang membuat status Banjarmasin masih berada di level 3.


"Kita fokuskan terus untuk capaian vaksiansi," imbuhnya.


Menurutnya terkendalanya memenuhi capaian vaksinasi pada lansia dikarenakan banyaknya populasi lansia yang memiliki penyakit komorbid.


"30 persen populasi lansia itu memiliki komorbid. Itu yang jadi kendala kita," tuturnya.


Namun berdasarkan data real yang dimiliki Dinkes yang telah diminta di setiap Kelurahan. Capaian lansia seharusnya sudah diangka presentase 78,52 persen.


Adanya perbedaan persentase tersebut, pihaknya berusaha menyingkronkan data dengan pemerintah pusar. Agar status PPKM Banjarmasin bisa berubah sesuai dengan data real yang dimiliki.


Adapun untuk capaian vaksinasi anak, diakuinya memang masih terkendala dengan persetujuan orang tua.


Mengingat hingga sekarang ini masih banyak orang tua enggan anaknya melakukan vaksinasi karena beberapa alasan. Hal itu lah yang membuat pencapaian vaksinasi anak 6-11 tahun masih belum meningkat.


"Untuk itu juga pihaknya menggandeng disdik sebagai edukasi," pungkasnya.

(Hamdiah)

6 tampilan0 komentar