Buntut Kenaikan BBM dan TDL, HMI Cabang Banjarmasin Tegaskan Blokade Pelabuhan Pertamina

terasbanua.com, Banjarmasin - Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Banjarmasin soroti kebijakan kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL). Pasca kenaikan BBM dan TDL pada bulan Juli 2022 lalu dan dirasakan hingga sekarang.



Ridha Nazemi Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (Kabid PTKP) HMI Cabang Banjarmasin menerangkan pihak nya tidak segan untuk memblokade sungai barito dengan perahu hingga harga kembali normal


"Kalau kebijakan ini diteruskan kami tidak akan segan memblokade Sungai Barito khusus nya pelabuhan Pertamina Banjarmasin dengan perahu-perahu kecil dari lalu lintas kapal pengangkut minyak dan batubara hingga harga kembali dinormalkan."


Ridha Nazemi menjelaskan bahwa saat ini pihak nya masih terus berkoordinasi dengan rekan-rekan mahasiswa di Banjarmasin untuk bersama-sama menyerukan penolakan kebijakan kenaikkan BBM dan TDL tersebut.


"Kami dengan rekan mahasiswa yang lain mengetahui sebagian besar sumber dari kekayaan alam di daerah kami sudah banyak dikeruk dan diambil untuk kepentingan nasional.

Dengan adanya kebijakan dari pusat untuk menaikkan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik saat ini tentu itu adalah keputusan tak bertuan. Ini menyakiti hati kami selaku anak daerah. Sudah cukup kita sakit dari tahun-tahun lalu jangan ditambah lagi." Terangnya.


Selain itu Ridha Nazemi juga menambahkan bahwa saat ini Indonesia dikejutkan dengan kenaikkan harga beli BBM dan TDL yang dalam faktanya masyarakat tidak pernah menyicil bahkan berhutang untuk membelinya HMI Banjarmasin menyerukan agar seluruh golongan masyarakat termasuk emak-emak bekerja sama melakukan penolakan.


"HMI Banjarmasin menolak keras kenaikkan tersebut dan kami berpikir ini sudah saat nya Mahasiswa,Emak-emak,Petani,Buruh,Rakyat Sipil dan seluruh golongan masyarakat menuntut keras kebijakan kenaikkan harga BBM dan TDL. Bahkan masyarakat tidak pernah menyicil apalagi berhutang untuk membayar kedua hal tersebut. Jadi, mengapa harus dinaikkan" katanya.


Baginya kenaikan BBM dan TDL adalah salah satu bentuk pembodohan dan masyarakat dipaksa untuk pasrah menerima karena kebijakan tersebut karena tidak memikiki transparansi terhadap masyarakat mengapa keputusan seperti itu diambil.


Rilisan/Hamdiah

1 tampilan0 komentar