• Krisna

Bubarkan Demo, Ketua Umum Tim Advokasi Pembela Agama dan Negara Apresiasi Aparat Kepolisian.

TERAS BANUA, JAKARTA - Aksi demonstrasi yang beberapa waktu lalu digelar di sejumlah daerah di Indonesia dianggap bisa berpotensi memperparah situasi pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Tim Advokasi Pembela Agama dan Negara (TAPA) Dr. Kapitra Ampera SH MH.


Dr. Kapitra Ampera SH MH, Ketua Umum Tim Advokasi Pembela Agama dan Negara (TAPA)
Dr. Kapitra Ampera SH MH, Ketua Umum Tim Advokasi Pembela Agama dan Negara (TAPA)

Saat dihubungi oleh Jurnalis terasbanua.com, Dr Kapita Ampera mengatakan bahwa kerumunan demo dapat berpotensi memunculkan klaster baru Covid-19 di Indonesia.


"Jika ada satu orang peserta aksi demo terinfeksi Covid-19, lalu dia kembali pulang ke rumahnya, kemudian virus tersebut menular kepada keluarga yang bersangkutan, bagaimana? Bukan cuma keluarga, bagaimana dengan kerumunan aksi lainnya?" Ucap Mantan pengacara Habib Rizieq Shihab tersebut, Minggu (20/12/2020).


Dia juga menerangkan peradilan jalanan tidak akan berpengaruh terhadap penegakan hukum, pemerintah sekarang tidak bisa dikutik-kutik dengan aksi demo. Kebijakan lembaga formal tidak mungkin dikeluarkan hanya karena demo yang bertentangan dengan hukum.


"Sebaiknya, tempuh saja dengan jalur hukum. Diuji di praperadilan, ikuti saja proses hukumnya," terang Pria yang juga Politikus PDI Perjuangan.


"Sarana lembaga formil ada, mau gugat juga dibolehkan Undang Undang, Lembaga hukumnya ada, Pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan sebuah keputusan, silahkan menempuh jalur hukum, karena hukum harus dihormati di Negara ini," tambahnya.


Ketua Umum Tim Advokasi Pembela Agama Dan Negara tersebut juga mengapresiasi ketegasan aparat Kepolisian yang telah membubarkan kerumunan aksi tersebut.


"Hal tersebut harus diapresiasi, karena membubarkan massa demo di tengah pandemi tidak bertentangan dengan UU, justru melindungi keselamatan warga dari serangan Covid-19," Pungkasnya.


(Krisna)

16 tampilan0 komentar