BI Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional 2021, Setelah Masa Krisis Covid-19

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Bank Indonesia optimis berupaya melakukan pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2021 mendatang setelah melandanya Covid-19 di tahun 2020 yang sempat membuat perekonomian menurun.

Bank BI Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional 2021, Setelah Masa Krisis Covid-19
Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel, mengelar pertemuan tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 yang dilakukan secara virtual

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel, mengelar pertemuan tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 yang kali ini dilakukan secara virtual mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19.


Sesuai dengan tema yang diusung pada PTBI kali ini adalah “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi”, Gubernur BI, Perry Warjiyo menerangkan bahwa agar dapat terwujud pemulihan ekonomi untuk tahun 2021 mendatang tentunya melakukan penguatan sinergi yaitu melalui 1 prasyarat dan 5 strategi.


"Satu prasyarat tersebut adalah vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19, dan 5 strategi respons kebijakan yaitu : 1) pembukaan sektor produktif dan aman, 2) percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), 3) peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, 4) stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial, dan 5) digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM" Ungkap Perry.


Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo, yang juga berhadir dalam acara ini melalui virtual, menekankan bahwa momentum pertumbuhan positif ini harus dijaga agar tidak terjadi lagi kerugian yang serupa nantinya.


"Pelaksanaan protokol kesehatan harus terus dilakukan dengan disiplin dan terus waspada serta tidak lengah agar tidak muncul pandemi gelombang kedua yang akan merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan", terangnya.


Plt. Gubernur Provinsi Kalsel, Rudy Resnawan yang juga berhadir dalam acara ini menyampaikan bahwa pentingnya upaya transformasi mengingat beberapa tahun ke belakang perekonomian Kalsel sangat bergantung pada SDA ekstraktif.


"Ketergantungan tersebut sangat berpengaruh terhadap ekonomi Kalsel yang tumbuh melambat ketika permintaan atau harga batubara mengalami penurunan" Tuturnya.


Ia juga menambahkan bahwa semakin tingginya tantangan perekonomian sebagai dampak merebaknya pandemi Covid-19. Tantangan tersebut berimbas pada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan triwulan III 2020 yang terkontraksi sebesar 4,68% (yoy), lebih dalam dari triwulan II 2020 yang kontraksi 2,63%.


Mengenai hal ini, tentunya menurut, Amanlison Sembiring, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, kerjasama dan koordinasi antar semua pihak sangat diperlukan untuk mendukung perbaikan ekonomi di tahun 2021.


"Perekonomian global dan domestik yang secara bertahap mulai membaik harus memicu semangat optimisme pemulihan ekonomi di Kalsel, tentunya ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak baik Pemerintah (Pusat dan Daerah), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga/instansi vertikal, perbankan dan berbagai pihak lainnya guna mendorong pemulihan ekonomi" Ucapnya.


Sementara restrukturisasi dan penjaminan kredit serta akselerasi ekonomi keuangan digital, diharapkan dapat mendukung pemberdayaan UMKM di tengah pandemi.

dapat mendorong daya beli masyarakat.


Selain itu, perbaikan ekspor dari negara mitra, pengerjaan berbagai infrastruktur pemerintah dan swasta serta inflasi yang terkendali dalam rentang sasaran nasional, juga diharapkan dapat mendorong perbaikan prospek perekonomian Kalimantan Selatan di tahun 2021.


Bank Indonesia mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui stimulus kebijakan moneter yang akan dilanjutkan di tahun 2021, diantaranya melalui stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar tetap dijaga, suku bunga yang akan tetap rendah, sampai dengan muncul tanda-tanda tekanan inflasi meningkat, dan melanjutkan pembelian SBN dari pasar perdana untuk pembiayaan APBN Tahun 2021 sebagai pembeli siaga (non-competitive bidder) dan kebijakan makroprudensial yang juga tetap akan akomodatif pada tahun 2021.


Bank Indonesia juga akan terus mengakselerasi implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, mempercepat pendalaman pasar uang sesuai Blueprint Pendalaman Pasar Uang (BPPU) 2025, terus mendukung pengembangan ekonomi-keuangan Syariah dan UMKM, dan terus aktif dalam berbagai forum internasional dari sisi kebijakan internasional.


"Tentunya Bank Indonesia juga akan terus mengarahkan seluruh instrumen kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional, yang terkoordinasi erat dengan Pemerintah dan KSSK, dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan". Ucapnya.


(Hamdiah)

6 tampilan0 komentar