Berpegang 177 Bukti, Denny Indrayana Mantap Mengajukan Gugatan Sengketa Pilkada Kalsel 2020

TERAS BANUA, JAKARTA - Calon Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana telah resmi mengajukan gugatan sengketa Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (22/12/2020).

Calon Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana telah resmi mengajukan gugatan sengketa Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK)
Calon Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana telah resmi mengajukan gugatan sengketa Pilkada 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK)

Hal ini disampaikan langsung oleh Denny Indrayana, didampingi kuasa hukumnya, yaitu T.M. Luthfi Yazid, S.H., LL.M., CLI., CIL dan Febri Diansyah, S.H. melalui siaran pers virtual. Diketahui saat ini beliau masih berada ibu kota Jakarta.


“Tadi pukul 13.12 WIB kami sudah mendaftarkan permohonan sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Tepat hari ini 3 hari kerja setelah penetapan KPU di Kalimantan Selatan. Dan kami sudah mendapatkan akta pendaftaran perkaranya," bebernya dalam siaran pers.


Mengenai hal tersebut, permohonan sengeketa Pilgub Kalimantan Selatan dari pihaknya secara resmi terdaftar di MK.


Menurut Denny Indrayana, tindakan ini sekaligus menjawab isu mengenai dirinya yang sempat dituduh melakukan negosiasi untuk menghentikan sengketa Pilgub sampai ke MK.


“Ini sekaligus menjawab berbagai isu dan keraguan serta informasi yang berseliweran bahwa kami dinyatakan ada nego dan tidak akan mendaftar ke MK. Itu sebenarnya sudah sejak lama terbantahkan, dengan berbagai langkah tegas yang sudah kami lakukan. Misalnya dengan melaporkan berbagai pelanggaran pemilu ke Bawaslu,” tegasnya.


Dengan menunjukkan beberapa bukti yang ia kumpulkan untuk memberatkan Paslon nomor urut 01 Sahbirin Noor - Muhidin (BirinMu) dalam mengajukan ke MK, tentu ini sebagai bukti keseriusannya dalam menjaga prinsip-prinsip pemilu yang jujur dan adil.


"Mudah-mudahan dengan bukti-bukti yang kita punya sebanyak 177 ini bisa kami membuktikan kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam Pilkada Kalsel. Mungkin saja bisa bertambah lagi barang bukti ini, Namun pada saat kami memasukkan permohonan ini ke MK," pungkasnya.


(Hamdiah)

11 tampilan0 komentar