Berhasil Tanpa Kantong Plastik di Pasar Modern, Pemko Kembali Menyasar Pasar Tradisional

terasbanua.com, Banjarmasin - Setelah berhasil menerapkan program pengurangan kantong plastik di pasar modern.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Selanjutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali menyasar pasar tradisional untuk menerapkan program tersebut.


"Kita melaunching gerakan tanpa plastik khususnya di pasar tradisional dengan uji coba di dua pasar terlebih dahulu yaitu Pasar Pandu dan Pasar Pekauman," ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina usai melaunching program pasar bebas plastik di kota Banjarmasin, Kamis (25/11/2021).


Ibnu menuturkan agar program ini bisa berjalan dengan baik. Pihaknya telah memberikan edukasi pada pedagang pasar agar turut mendukung pengurangan kantong plastik di kota berjuluk Seribu Sungai.


Lebih jauh, Ibnu menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19 sampah kantong plastik mengalami peningkatan.


Menurutnya peningkatan sampah kantong plastik selama pandemi disebabkan karena warga yang terbiasa berbelanja online dengan pembungkus plastik.


Guna mengurangi lonjakan sampah plastik itu. Pihaknya pun mulai memberlakukan tanpa kantong plastik saat berbelanja di pasar tradisional.


"Mudah-mudahan ini bisa menjadi upaya kita bersama-sama dalam rangka pengurangan sampah di Kota Banjarmasin" harapnya.


Adapun uji coba program pasar bebas plastik ini akan dilakukan selama setahun tahun hingga dua tahun ke depan. Dimana durasi uji coba ini sama seperti yang telah dilakukan pada pasar modern sebelumnya.


"Sehingga masyarakat teredukasi. Perubahan sangat signifikan itu perubahan mindset bahwa siapapun warga kota Banjarmasin yang ingin berbelanja harus membawa wadah belanja sendiri," terangnya.


Lantas bagaimana tanggapan para pedagang pasar mengenai program ini?


Ibnu syukur bahwa program ini di dukung baik oleh para pedagang terutama pedagang di Pasar Pandu dan Pasar Pekauman.


"Mereka mendukung saja, sejak dulu mereka juga mengunakan bakul. Kalau misalnya agak repot sedikit yang makanan basah seperti daging bisa dibungkus daun pisang," jelasnya.


Ibnu membeberkan bahwa apabila program ini berhasil diterapkan pada dua pasar ini. Pihaknya juga akan mewujudkan ke pasar tradisional lainnya.


"Kita evaluasi nanti setelah dua pasar ini. Kalau berhasil langsung kita wujudkan ke pasar-pasar lain paling tidak tiga bulan lah kita uji coba," akhirnya.


(Hamdiah)

4 tampilan0 komentar