Berbeda Dari Seragam ASN Pemko Banjarmasin Biasa, Kini Ada Lencana Kepangkatan di Kerah Baju Dinas

terasbanua.com, Banjarmasin - Seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin tidak hanya ada nama dan logo Kayuh Baimbai saja. Pasalnya kini ada tambahan lencana kepangkatan di kerah baju dinas ASN.

ket foto : Terlihat Seragam khaki Plh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Mukhyar di bagian kerahnya terpasang lencana pangkat 1 Bintang Astha Brata berupa bintang berwarna kuning emas berbentuk pin timbul
ket foto : Terlihat Seragam khaki Plh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Mukhyar di bagian kerahnya terpasang lencana pangkat 1 Bintang Astha Brata berupa bintang berwarna kuning emas berbentuk pin timbul

Seperti yang terlihat pada seragam dinas milik Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Mukhyar.


Di leher seragam khaki miliknya terlihat lencana 1 (satu) Bintang Astha Brata berupa bintang berwarna kuning emas berbentuk pin timbul.


Mengenai hal tersebut, Mukhyar menuturkan bahwa penggunaan tanda pangkat pada Pakaian Dinas Harian (PDH) tersebut telah diatur sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2020.


"Beberapa hari lalu Pak Wali Kota (Ibnu Sina) yang melempar penggunaan lencana kepangkatan ini. Jadi untuk Sekda memasang tanda pangkat di leher sebelah kanan," ucapnya, Jumat (2/7/2021).


Tanda pangkat tersebut digunakan pada Pakaian Dinas Harian (PDH) selama menjalankan dinas dan jam kerja. Baik dilingkungan pemerintah kota maupun saat melakukan dinas ke luar kota.


Mulai dari hari Senin hingga Selasa mengenakan seragam khaki. Lalu, Rabu putih serta Kamis dan Jumat pakaian sasirangan.


"Walaupun ganti seragam tetap mengenakan atribut kepangkatan," imbuhnya.


Mukhyar menjelaskan bahwa setiap pangkat yang dimiliki masing-masing ASN tentunya berbeda. Pasalnya dari pangkat tersebut nantinya akan  menunjukan dan memberikan tanda pada ASN tersebut bahwa merupakan jabatan Eselon I, II, III maupun IV memiliki.


"Masing-masing pangkat ada logonya tersendiri. Jadi beda-beda," imbuhnya


Disinggung mengenai penggunaan lencana pangkat tersebut, apakah akan menimbulkan jarak dikarenakan ada pembeda antara setiap ASN?


Mukhyar menegaskan pengunaan tanda pangkat di setiap seragam ASN tidak bermaksud seperti itu dan tidak ada sekat antara atasan dan bawahan.


"Ini sebagai penanda dan penghargaan atas pengabdian yang bersangkutan sehingga bisa mendapat pangkat tersebut," tegasnya.


Kebijakan tersebut telah berlaku sejak tanggal 1 Juli 2021 lalu. Sehingga Pemkot bakal mengeluarkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada PNS untuk menerapkan Permendagri nomor 11 tahun 2020 tersebut.


"Ini adalah instruksi dan perintah dari pak Wali Kota, dan ini ada juga menjadi aturan dari pusat. Daerah lain kemudian Pemerintah Provinsi juga terlihat sudah memberlakukannya," pungkasnya.


Mukhyar juga menegaskan bahwa atribut dinas berupa lencana kepangkatan tersebut tidak akan membebani anggaran pemko. Ia menilai bahwa lencana yang dikenakan tersebut harganya masih bisa dibeli dengan uang pribadi masing-masing ASN.


"Tidak selalu kebijakan memakai APBD. Beli sendiri juga masih bisa. Kecuali ada kebijakan baru lagi seperti menyamakan warna seragam, kalau itu mau-tidak mau harus memakai APBD," tandasnya.


Sementara itu secara terpisah, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menjelaskan bahwa hal itu memang merupakan hasil dari diskusi pihaknya bersama pegawai ASN di pemko lainnya.


"Kemarin bersama teman-teman dalam arahan pimpinan, mau diberlakukan atau tidak. Dan sebagian besar menyetujuinya," ujarnya.


Hal senada juga disampaikan Ibnu terkait pemakaian lencana pangkat tersebut. Menurutnya hal ini bukan pembeda namun untuk memberikan penghargaan kepada ASN.


Diakui Ibnu bahwa pengunaan lencana pangkat tersebut tentunya perlu proses untuk mensosialisasikannya dalam beberapa bulan kedepan.


"Sebulan dua bulan kedepan kita sosialisasikan tentang pemberlakuan atribut kepangkatan ini. Termasuk SEnya," akhirnya.


(Hamdiah)

142 tampilan0 komentar