Berada di Zona Orange, 80 Sekolah Dasar di Banjarmasin Terpaksa Tetap Berlakukan PJJ

terasbanua.com, Banjarmasin - Sebanyak 80 SD Negeri maupun swasta di Banjarmasin terpaksa tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring dari rumah.

Foto. Ilustrasi
Foto. Ilustrasi

Pasalnya sejumlah SD tersebut berada di zona orange, sehingga tak bisa mengikuti  pembelajaran tatap muka (PTM) serentak baik itu SD maupun SMP yang sudah mulai diberlakukan 12 Juli lalu.


Tentunya kebijakan tersebut diambil, guna meminimalisir terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Banjarmasin, mengingat saat ini kasus positif Covid-19 mengalami peningkatan cukup signifikan.


80 SD yang tidak bisa melaksanakan PTM diantaranya, sebanyak 6 sekolah di kelurahan Sungai Miai, 6 sekolah di kelurahan Sungai Jingah, 12 sekolah di kelurahan Pemurus Dalam, dan 8 sekolah di kelurahan Sungai Lulut.


Kemudian, 7 sekolah di kelurahan Kuin Utara, 10 sekolah di Kelurahan Teluk Dalam, 6 sekolah di Basirih Selatan, 3 sekolah di Kelurahan Sungai Andai, 3 sekolah di Kelurahan Tanjung Pagar, 4 sekolah di Kelurahan Alalak Utara, dan 5 sekolah di Kelurahan Antasan Besar.


Lalu, 3 sekolah di Kelurahan Surgi Mufti, 3 sekolah di Kelurahan Telawang, dan 4 sekolah di Kelurahan Alalak Selatan.


"Total ada 80 yang berada di kelurahan yang zonanya berstatus oranye. 14 SD swasta, sisanya SD Negeri. Ada yang PTM ada yang BDR sesuai sejauh mana kedekatan wilayah RT-nya yg oranye atau domisili siswanya," ucap Nuryadi, Kabid Bina SD Dinas Pendidikan Banjarmasin, saat dikonfirmasi, melalui sambungan telepon, Rabu (21/7/2021).


Dari data tersebut, Nuryadi melanjutkan setidaknya ada enam belas kelurahan yang dalam zona oranye. Rinciannya, di kelurahan Sungai Miai ada RT. 21, RT. 14 dan RT. 30. Kemudian di kelurahan Sungai Jingah ada RT. 12.


Lalu, kelurahan Sungai Lulut ada di RT. 14, RT. 16, RT. 20, dan RT. 22. Kelurahan Surgi Mufti ada di RT. 20 dan RT. 31. Kelurahan Alalak Selatan ada di RT. 14 dan RT. 22. Kelurahan Tanjung Pagar RT. 23 dan RT. 24. Kelurahan Sungai Andai RT. 69, kelurahan Kuin Utara RT. 23, Telawang RT. 34, kelurahan Belitung Selatan RT. 39.


Kemudian kelurahan Basirih RT. 31, kelurahan Teluk Dalam RT. 58, kelurahan Antasan Besar RT. 13, kelurahan Basirih Selatan RT. 11 dan Alalak Utara RT. 21. Sementara untuk kelurahan Pemurus Dalam tidak ada RT yang masuk dalam pendataan.


"Data ini juga sebagai bentuk kewaspadaan untuk setiap sekolah," pungkasnya.


Sebelumnya, Kabid Bina SMP Dinas Pendidikan Banjarmasin, Sahnan menerangkan, setidaknya juga ada lima SMP Negeri yang masuk dalam zona oranye, dan terpaksa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).


Yakni SMPN 30 di Jalan Pramuka Komplek Rahayu Pembina 4, Sungai Lulut, Kec. Banjarmasin Timur dan SMPN 23 di jalan Kompleks Bumi Permai, Pekapuran Raya, Kec. Banjarmasin Timur.


Kemudian SMPN 18 di Kel. Tanjung Pagar, Kec. Banjarmasin Selatan, SMPN 24 di Komplek madani I, Jl. Sultan Adam Jalur II, Surgi Mufti, Kec. Banjarmasin Utara dan SMPN 35 di jalan Bawang Merah, Sungai Jingah, Kec. Banjarmasin Utara.


"Ada 5 sekolah yang tempat di RT nya zona oranye. Mereka tidak bisa PTM. Itu juga termasuk siswa yang tepat berada di RT zona oranye harus ditunda PTM nya jadi belajar  PJJ dulu," ujarnya Sahnan, melalui pesan singkat, Senin (19/7/2021).


(Hamdiah)

0 tampilan0 komentar