Belasan Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring di Hotel, Diantaranya Anak Di Bawah Umur

terasbanua.com, Banjarmasin - 35 orang yang bukan pasangan suami istri  berhasil diamankan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin yang tengah mengelar operasi penyakit masyarakat (Pekat), Jumat (2/7/2021) setelah salat subuh.

Ket : Bukan pasangan pasutri ditemukan sedang ngamar oleh Satpol PP saat operasi pekat.
Ket : Bukan pasangan pasutri ditemukan sedang ngamar oleh Satpol PP saat operasi pekat.

Terbukti saat dimintai bukti pernikahan oleh Satpol PP, pasangan yang terjaring dalam kamar hotel yang ada di kawasan Banjarmasin tersebut tidak bisa menunjukkan identitas pernikahannya sehingga diamankan.


“Pada hari ini kita lakukan giat kembali ke beberapa hotel. Ada 8 sampai 9 hotel yang kita lakukan pengecekan tadi,” ucap Plt Kepala Satpol PP Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin.


Turut disayangkan dalam operasi pekat ini dari 35 orang yang terjaring, 5 diantaranya merupakan anak di bawah umur.


"Kita juga temukan anak di bawah umur. Ya umur belasan lah, sekitar 16 tahun," tuturnya.


Tentunya hal ini menjadi perhatian serius para aparat penegak Peraturan Paerah (Perda). Pasalnya operasi pekat yang berhasil menjaring remaja di bawah umur ini tidak hanya sekali, tapi terus terjadi dan berulang.


Mengenai hal tersebut, Muzaiyin mengatakan pihaknya kini telah bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) setempat untuk menangani hal ini.


“Mereka yang masih di bawah umur itu akan ditindaklanjuti oleh kawan-kawan dari DP3A,”  jelasnya.


5 anak di bawah umur yang berhasil terjaring tadi nantinya akan diberikan pendampingan dan pembinaan lebih lanjut.


“Harapan kami mereka tidak akan lagi mengulangi hal ini ke depan,” imbuhnya Muzaiyin.


Usai terjaring, belasan pasangan bukan suami istri tadi langsung digelandang petugas ke Markas Satpol PP, di Jl. KS Tubun, Banjarmasin Selatan.


Selanjutnya, pasangan yang bukan suami istri tadi dilakukan pendataan, baru setelahnya dilakukan pembinaan dari petugas. Puluhan orang yang terjaring ini juga diminta menandatangani surat pernyataan agar tak mengulangi lagi perbuatannya.


(Hamdiah)

20 tampilan0 komentar