Banjir Rob Melanda Pulau Laut, Warga Diminta Amankan Alur Listrik di Dataran Rendah

terasbanua.com, Kotabaru - Banjir Rob membuat wilayah pesisir menjadi lautan, dikarenakan air laut yang pasangnya cukup tinggi. Sehingga puluhan rumah warga yang dekat dengan pantai banyak mengalami kerusakan.

Kapolres Kotabaru Akbp M Gafur Aditya Harisada Siregar Imbau Warga yang terdampak banjir rob.

Tidak cuma puluhan rumah warga yang rusak, sebagian fasilitas umum juga banyak yang roboh, seperti jembatan yang terhantam gelombang saat air laut pasang.


Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan sejak tanggal 6 November 2021 membuat sejumlah wilayah di beberapa kecamatan terendam air laut. Seperti, Kecamatan Pulau Sembilan, Pulau Laut Barat, Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Utara, Pulau Laut Tengah, Kepulauan, dan Kecamatan Tanjung Selayar.


Bahkan, beberapa warga Desa Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat, harus mengalami kerusakan pada rumahnya akibat terjangan ombak air laut yang pasang hingga banjir mencapai di bawah lutut orang dewasa atau sekitar 50 sentimeter.


Banjir Rob meresahkan warga Kotabaru, Kapolres Kotabaru, AKBP M Gafur Aditya Harisada Siregar, tegas mengambil sikap untuk memerintahkan seluruh Kapolsek wilayah hukum Polres Kotabaru agar terus mengimbau masyarakat dalam menghadapi situasi banjir rob.


"Terutama, mengamankan barang yang di dataran rendah. Yang lebih penting lagi alur listrik yang kemungkinan bisa terendam air saat pasangnya air laut," ujar Akbp M Gafur Aditya Harisada Siregar, saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya, pada Kamis (9/12/2021).


Disampaikannya, setelah mendapat informasi dari BMKG terkait pasang surutnya air laut, pihak Polres Kotabaru telah melakukan langkah-langkah antisipasi.


"Para anggota diperintahkan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat. Dengan memberikan imbauan, agar mengangkat barang-barang bakal terendam air, serta melepas terlebih dulu aliran atau colokan listrik yang posisi rawan terendam air," ungkapnya.


Ia juga sudah memerintahkan para Kapolsek untuk mendata semua rumah warga yang rusak, dan saat ini sedang diklasifikasikan untuk kerusakannya.


"Polsek sudah mengumpulkan data-data, kerusakan akibat banjir rob ini, dari berbagai kecamatan yang terdampak pasangnya air laut," pungkasnya


Salah seorang tokoh masyarakat mengungkap, kejadian ini memang juga pernah terjadi beberapa tahun lalu.


"Hal serupa juga pernah terjadi, namum tidak setinggi ini. Kejadian seperti ini memang faktor alam, yang terjadi beberapa tahun kemudian," tuturnya.


(Her)

2 tampilan0 komentar