Banjir di Desa Banua Raya Capai Sepinggang Orang Dewasa

TERAS BANUA, TANAH LAUT - Sejumlah rumah di Desa Banua Raya terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Desa yang berada di tepi jalan Trans Kalimantan ini sejak dulu memang menjadi langganan banjir pada musim penghujan.

Namun, luapan air yang melanda hampir tiga pekan ini lebih dalam dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Saat ini tergolong besar banjirnya, siklus lima tahunan," ucap Kades Banua Raya Sailil Irfan.


Banjir yang merendam di wilayah itu, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa. Sehingga beberapa rumah warga terendam dan aliran listrik pun sementara dimatikan oleh pihak PLN setempat.


Tak hanya itu, akses jalan darat menuju ke Kota Pelaihari ikut terganggu, akibat tingginya air yang merendam jalan utama.


Kendati demikian, warga setempat tak kaget, lantaran terbiasa menghadapi luapan air. Umumnya warga yang kediamannya rawan banjir. Mereka yang terdampak pun mulai mengevakuasi diri dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Sementara itu, Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, Deden Wahyudin menyebut dampak banjir tersembut sedikitnya melumpuhkan empat Kecamatan di Kabupaten Tanah Laut.


“Ada empat kecamatan yang terdampak banjir dan paling parah di Kecamatan Bati-Bati dan Kurau. Beberapa akses jalan terputus, sehingga arus lalu lintas dialihkan dari Nusa Indah ke Banyu Ireng ke Martadah yang menembus ke Tambang Ulang,” ucapnya.


Dari informasi yang dihimpun, Desa Banua Raya memang paling rawan terpapar banjir karena topografi wilayahnya didominasi lahan lebak dalam yang luas.


Lahan lebak tersebut membentang hingga ke wilayah Desa Gunungraja, Kecamatan Tambangulang. Kawasan lebak dalam tersebut menjadi 'tandon' alam sebagai tunpukan air hujan yang berasal dari pegunungan.


(Ri)

4 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua