Banjir di Banjarmasin Mulai Surut, Namun Dampaknya Masih Dirasakan Pelaku UMKM

TERAS BANUA, BANJARMASIN - Walaupun banjir sudah mulai surut di wilayah Banjarmasin. Namun nyatanya dampak buruk dari banjir ini masih dirasakan sebagian masyarakat terutama pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

penjual es kelapa muda di sekitar Stadion Lambung Mangkurat
penjual es kelapa muda di sekitar Stadion Lambung Mangkurat

Pasalnya sejak bencana banjir melanda Banjarmasin dengan ketinggian air yang cukup tinggi, membuat pelaku UMKM terpaksa menutup usahanya karena tidak bisa berjualan. Bahkan penutupan usaha pun berlangsung lama mengingat bencana banjir besar kali ini berlangsung kurang lebih 2 pekan.


Hal tersebut pun turut dirasakan salah satu pelaku UMKM, Darsani yang merupakan penjual es kelapa muda di sekitar Stadion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, yang mengaku mengalami kerugian yang cukup besar.


Dirinya mengaku tidak bisa berjualan kurang lebih 10 hari, karena banjir yang mencapai ketinggian hingga 30 cm dan tak kunjung surut di lapak jualannya dalam beberapa waktu lalu. Sehingga dirinya terpaksa berdiam diri di rumah saja.


"Daerah sini banjirnya cukup tinggi sehingga sulit buat jualan. Bahkan gerobak saja ini hampir setengah mau tenggelam beberapa waktu lalu dan baru 3 hari bisa jualan setelah benar-benar surut," ucap Darsani saat ditemui di warung es kelapa muda miliknya, Kamis (28/1/2021).


Dalam 10 hari dirinya tidak bisa berjualan membuat buah kelapa yang telah ia beli busuk karena tempat penyimpanan buah kelapa ikut terendam banjir.


"Ratusan biji kelapa yang niatnya mau dijual kembali lagi itu busuk kemarin dan terpaksa dibuang dan sebagian yang masih bagus itu dikonsumsi sendiri dan sebagian lagi dibagikan kepada tetangga," tutur Darsani.


Saat banjir melanda dirinya terpaksa tidak berjualan dan tidak berpenghasilan. Namun dirinya bisa bernafas lega karena ada uang tabungan yang bisa digunakan sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya dan keluarganya.


"Syukurnya saya ada tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama banjir itu dan ada bantuan juga dari setempat yang bagi-bagi sembako dan makan. Alhamdulillah untuk modal jualan lagi ada sedikit walau kemarin sempat rugi besar," katanya.


Hal senada juga di sampaikan pemilik warung makan, Idah, yang berdekatan dengan warung es kepala muda.


Saat banjir dirinya terpaksa pindah berjualan di tempat yang sedikit tinggi agar bisa berjualan seperti biasanya. Walaupun begitu, tak dipungkiri omset penjualannya menurun sebelum ada banjir.


"Waktu banjir itu saya pindah ke seberang yang halamannya lumayan tinggi jadi tidak kena banjir hingga bisa jualan karena kalau tidak jualan tidak bisa makan. Walaupun bisa jualan pembeli sepi karena banjir orang-orang males keluar dan cuaca hujan terus waktu itu," paparnya.


Atas musibah ini tentu, banyak pelaku usaha kecil berharap ada bantuan terutama dari Pemerintah Kota Banjarmasin yang kiranya bisa membantu memberikan modal untuk membuka usaha kembali yang sempat kehabisan modal karena tidak bisa berjualan selama banjir.


"Kalau memang ada bantuan ya bersyukur sekali karena bisa menambah modal untuk membuka usaha yang sempat rugi," harapnya.


Walaupun banjir ini sebagian sudah mulai surut di Banjarmasin, nampaknya dampak dari musibah banjir itu sendiri masih dirasakan sebagian masyarakat yang terdampak terutama pelaku usaha yang tidak memiliki modal untuk membuka usahanya kembali. Maka dari itu diharapkan Pemerintah Kota Banjarmasin memperhatikan hal tersebut.


(Hamdiah)

9 tampilan0 komentar